Breaking News:

Virus Corona

Pimpinan Komisi II : Ada Baiknya Opsi Lockdown DKI Selama 14 Hari Dipertimbangkan Anies Baswedan 

Pimpinan Komisi II DPR mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mempertimbangkan lockdown selama 14 hari ke depan. 

Instagram.com/badanbahasakemendikbud/
Padanan istilah Lockdown (Instagram.com/badanbahasakemendikbud) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim angkat bicara mengenai lonjakan kasus Covid-19 yang semakin tajam di DKI Jakarta. 

Luqman mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mempertimbangkan lockdown selama 14 hari ke depan. 

"Jika di Jakarta lonjakan penularan Covid-19 pada kenyataannya tidak terkendali, maka ada ada baiknya opsi lockdown DKI selama 14 hari dipertimbangkan oleh Gubernur Anies Baswedan," ujar Luqman, kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Menlu: Perempuan Lebih Cendrung Memiliki Keraguan Terhadap Vaksin

Namun demikian, jika Anies akan mengambil opsi tersebut, Luqman mengingatkan agar yang bersangkutan harus berkoordinasi dengan pemerintah.

Sebab hal itu telah diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021. 

"Jika ada daerah yang akan mengambil keputusan penanganan Covid-19 di luar instruksi Mendagri nomor 13/2021, harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Baca juga: Covid-19 Serang Anak-Balita, Jokowi Tunjuk BKKBN Tangani Covid Ibu Hamil dan Anak

Di sisi lain, politikus PKB tersebut mendesak pula agar vaksinasi Covid-19 di Ibukota dipercepat sehingga herd immunity akan terbentuk. 

"Terpenting, apapun keputusan pilihan pengendalian Covid-19 yang dipilih, mau tetap PPKM, PSBB atau lockdown, urusan vaksinasi harus mendapatkan prioritas utama. Semakin cepat target vaksinasi nasional 181 juta orang tercapai, semakin cepat pula akan terbentuk kekebalan komunal," ungkapnya. 

Bagi Luqman, vaksinasi adalah solusi jangka panjang menghadapi pandemi Covid-19.

Sementara lockdown adalah solusi jangka pendek yang dapat digunakan menekan lonjakan kasus Covid-19

"Vaksinasi untuk wilayah DKI harus digenjot agar bisa menjangkau minimal 70% dari warga penghuni DKI dalam waktu dekat. Tanpa keseriusan menjalankan program vaksinasi, skenario lockdown pun tidak berguna dalam jangka panjang," pungkasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved