Breaking News:

Bursa Capres

Wacana Presiden 3 Periode, Fadli Zon: Kasihan Pak Jokowi

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal wacana masa jabatan Presiden 3 periode.

Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon saat diskusi bertajuk Pro Kontra Presiden 3 Periode dan Pasangan Jokowi-Prabowo yang dipandu oleh Vice News Manager Tribun Network Domu Ambarita dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal wacana masa jabatan Presiden 3 periode.

Menurut Fadli, saat ini lebih baik difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19.

Terutama, dalam pelayanan kesehatan serta pemulihan ekonomi di masyarakat.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat diskusi bertajuk Pro Kontra Presiden 3 Periode dan Pasangan Jokowi-Prabowo yang dipandu oleh Vice News Manager Tribun Network Domu Ambarita dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, Kamis (24/6/2021).

"Persoalan sekarang ini yang kita hadapikan persoalan yang cukup berat, baik persoalan ekonomi dan terutama pandemi Covid," kata Fadli Zon.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini pun mengatakan, bahwa masa jabatan presiden akan berakhir pada 2024.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021).
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021). (Tangkap Layar YouTube/Najwa Shihab)

Padahal, saat ini masih di tahun 2021. Dimana, Presiden Jokowi masih ada 3 tahun mendatang dalam memimpin bangsa ini.

"Jadi sebetulnya kasihan Pak Jokowi. ini masa jabatan masih lama, masih ada separuh kok tiba-tiba orang sudah membicarakan presiden, calon-calon berikutnya," ucap Fadli.

Baca juga: Qodari Ungkap Alasan Dorong Jokowi Tiga Periode Berpasangan dengan Prabowo di 2024

Fadli mengatakan, bahwa ada kebiasaan dimana Politik Indonesia selalu berubah-ubah dalam waktu cepat. Bahkan, bisa berubah dalam detik-detik terakhir.

Sehingga, belum pantas membicarakan masa jabatan Presiden di situasi saat ini.

"Menit-menit terakhir, jam-jam terakhir bahkan ada Cawapres bajunya sudah siap tinggal diumumkan nunggu di Caffe sebelah, ternyata enggak dipanggil. Itu last minute politik," terang Fadli.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved