Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Projo Mendukung Keinginan Jokowi untuk Dua Periode Jabatan Presiden

Budi Arie Setiadi menegaskan sikapnya untuk mendukung keinginan Presiden Jokowi menjabat hanya untuk dua periode.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat diskusi bertajuk Pro Kontra Presiden 3 Periode dan Pasangan Jokowi-Prabowo yang dipandu oleh Vice News Manager Tribun Network Domu Ambarita dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, Kamis (24/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menegaskan sikapnya untuk mendukung keinginan Presiden Jokowi menjabat hanya untuk dua periode.

Budi mengatakan, berdasarkan pengakuan Presiden Jokowi bahwa dirinya akan tunduk kepada konstitusi.

Hal itu disampaikan Budi Arie menyikapi wacana masa jabatan presiden 3 periode yang tengah bergulir saat ini.

"Projo masih tetap, bahwa kami mendukung keinginan Pak Jokowi untuk dua periode, juga kami tunduk pada konstitusi," kata Budi Arie saat diskusi bertajuk Pro Kontra Presiden 3 Periode dan Pasangan Jokowi-Prabowo yang dipandu oleh Vice News Manager Tribun Network Domu Ambarita dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, Kamis (24/6/2021).

Budi pun tak memungkiri, jika peryataan yang disampaikan oleh M Qodari terkait wacana presiden 3 periode dan mendukung Pasangan Jokowi-Prabowo di kontestasi Pilpres 2024 merupakan pemikiran yang di luar dari kebiasaan politik terkini.

Baca juga: Qodari Yakin Gagasan Jokowi Tiga Periode dan Berpasangan dengan Prabowo akan Didukung Masyarakat 

"Persoalannya apa yang dilontarkan oleh Bung Qodari ini memang beyond percakapan-percakapan politik yang di luar kebiasaan, out of the box ini," ucap Budi Arie.

Wakil Menteri Desa PDTT ini pun menjabarkan terkait studi dan risetnya tentang negara-negara yang mulai mengubah masa jabatan Presiden.

"Contohnya, Xi Jinping jadi presiden China seumur hidup, pembatasan masa presiden dicabut 2018. Vladimir Putin masa jabatannya sampai 2036, Malaysia sudah dicabut pembatasan perdana menteri 10 tahun, sudah boleh lebih. Kanselir Jerman sudah bisa empat periode," papar Budi Arie.

"Tren perubahan-perubahan ini juga terjadi," tambahnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved