Minggu, 12 April 2026

Mengaku Tertarik Marhaenisme, Nadiem: Merdekakan Rakyat Lewat Teknologi

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku tertarik dengan gagasan Marhaenisme yang diajarkan oleh Presiden RI pertama Soekarno.

Tribunnews/Jeprima
Nadiem Makarim. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku tertarik dengan gagasan Marhaenisme yang diajarkan oleh Presiden RI pertama Soekarno.

Menurut Nadiem, ajaran Marhaenisme mengajarkan potensi dari rakyat kecil yang perlu dimerdekakan.

"Dan ini adalah suatu filsafat, saya sangat tertarik dengan filsafat Marhaenisme yang mengenai rakyat kecil dan potensi dari rakyat kecil pada saat kita memerdekakan mereka," ucap Nadiem saat menjadi pengulas dalam acara daring 'Sarasehan Nasional Indonesia Muda Membaca: Bung Karno', Selasa (29/6/2021).

Pemikiran tersebut yang mendorong Nadiem menjadi pengusaha dan Mendikbudristek.

Cara memerdekakan rakyat kecil saat ini, menurut Nadiem, bukan lagi melalui revolusi. Melainkan kemerdekaan secara ekonomi dan keterbatasan.

"Pada saat di generasi saya, alat atau instrumen kemerdekaan saya itu berbeda bukan revolusi, bukan melalui merdeka secara fisik, tetapi kemerdekaan dari ekonomi, kemerdekaan dari keterbatasan," tutur Nadiem.

Baca juga: Gandeng Mahasiswa Tangani Kemiskinan, Mensos Risma Bakal Kerjasama dengan Nadiem

Nadiem mengatakan di masa kini, rakyat kecil dapat dimerdekakan dengan teknologi. Dirinya menilai teknologi dapat membantu menggali potensi rakyat kecil untuk maju.

"Instrumen dengan teknologi kita bisa melepaskan dan memerdekakan rakyat kecil untuk mencapai potensi yang memang sudah ada di darah daging Indonesia," kata Nadiem.

Langkah ini, kata Nadiem, merupakan esensi dari pesan serta ajaran Bung Karno.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved