Breaking News:

Alert! Setiap Tahun Ada 67 Juta Ton Sampah Plastik

Penumpukkan ini diperkirakan akan bertambah dua kali lipat pada tahun 2050 apabila tidak ada kebijakan tegas untuk sampah plastik

Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
Pexels.com
Ilustrasi sampah plastik 

Untuk itu, Hendro mengatakan Kemenperin telah melakukan berbagai kegiatan dalam mendukung pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, seperti pada perusahaan industri atau kawasan industri dan membantu pengelolaan sampah domestik. Diantaranya adalah mendorong industri hulu untuk memproduksi bahan polimer plastik yang mudah terurai dan dapat didaur ulang (degradable).

Mendorong pertumbuhan industri daur ulang dan produksi produk dari daur ulang, bimtek pemilihan sampah plastik sebagai bahan baku daur ulang, penyediaan mesin pendaur ulang sampah (mini depo) di 6 lokasi.

Tidak sampai disitu, Hendro menambahkan Kemenperin juga melakukan pengembangan waste to energy yaitu pemanfaatan limbah sebagai bahan dan bahan bakar alternatif seperti RDF (Refuse-derived fuel) untuk industri semen, pedoman pengelolaan sampah kemasan, limbah elektronik, dan daur ulang plastik sektor industri, penyusunan skema pengelolaan e-waste di sektor industri, penyusunan kajian dan SNI untuk eco-packaging di sektor industri dan penyusunan roadmap Circular Economy pada industri.

Hendro menegaskan untuk mempercepat penerapan pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular dalam pengembangan industri hijau, maka dibutuhkan insentif, agar banyak industri yang terdorong untuk berpartisipasi.

“Saat ini, Kementerian Perindustrian sedang menyusun mekanisme fasilitasi insentif untuk industri hijau, yang merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri,” tutupnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved