Breaking News:

Virus Corona

Pangdam Jaya Minta RT RW di DKI Jakarta Ikut Batasi Mobillitas Warga

Dia beralasan, jika hal itu dibiarkan akan menyebabkan terjadinya penumpukan masyarakat di titik-titik penyekatan.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat meninjau pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2021). [Rizki Sandi Saputra] 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji menekankan, pengurus RT dan RW di DKI Jakarta selama pelaksanaan PPKM Darurat agar lebih fokus mengendalikan warganya agar tidak bepergian.

Dia beralasan, jika hal itu dibiarkan akan menyebabkan terjadinya penumpukan masyarakat di titik-titik penyekatan.

Mulyo juga menegaskan pihaknya mendukung pelaksanaan PPKM Darurat dengan indikator yang sama dengan Polri dan Pemerintah Daerah.

"Kami juga sudah memberikan penekanan pada tingkat RT RW nantinya ke depan lebih fokus lagi supaya tidak mengirim orang-orang ataupun membiarkan mereka-mereka melanjutkan mobilitasnya sehingga terjadi penumpukan manusia di tempat sini. Karena apabila melihat dari Google, saya lihat beberapa titik masih terjadi," kata Mulyo saat Konferensi Pers Virtual PPKM Darurat Jawa-Bali yang disiarkan di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Cerita Warga Depok Lolos Titik Penyekatan ke Jakarta dengan Melewati Jalur Tikus

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan komandan di wilayah sekitar Kodam Jaya untuk bisa mengurangi tingkat mobilitas masyarakat dengan membubarkan kerumunan.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Kerja di Masa PPKM Darurat, Penumpang KRL Turun 27 Persen

"Tadi kami berpikir bagaimana membatasi mereka yang notabene harus berangkat ke kantor. Tadi kita sudah mendapatkan solusi yang kemungkinan besar kita evaluasi lagi agar terjadi nanti pada saat orang yang berangkat memang yang betul-betul esensial," kata Mulyo.

Mulyo menjelaskan adanya penumpukan di titik-titik penyekatan pada Senin (5/7/2021) disebabkan banyaknya masyarakat dari luar wilayah yang masuk ke Jakarta.

Terjadinya kemacetan di titik-titik penyekatan, kata dia, terjadi karena 80% masyarakat yang hendak bekerja di wilayah Jakarta.

Artinya, kata dia, masih ada pihak-pihak yang tidak patuh dengan aturan PPKM Darurat yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sehingga mereka mau tidak mau berangkat. Saya sampaikan bahwa kondisinya seperti ini, dan itu tidak ada alasan bagi kami, dan mereka saya putar balik. Sehingga tadi Gubernur (DKI Jakarta) menyampaikan bagi mereka yang kita putar balik supaya tidak di-PHK, karena mereka memang umumnya ketakutan," kata Mulyo.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved