Breaking News:

Menhan Prabowo: Kalau Terjadi Perang, Kita Tidak Bisa Buru-Buru Ke Supermarket Beli Alat Perang

Menteri Pertahanan Prabowo menjelaskan pentingnya belajar sejarah dan mengakui penjajahan yang terjadi pada bangsa Indonesia di masa lalu.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo menjelaskan pentingnya belajar sejarah dan mengakui penjajahan yang terjadi pada bangsa Indonesia di masa lalu.

Menurutnya hal itu penting agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu.

Meski perang bukan sesuatu yang baik, kata Prabowo, sejarah manusia mengatakan bangsa yang ingin damai dan merdeka adalah bangsa yang siap menghadapi perang.

Hal tersebut disampaikannya dalam keynote speech pada webinar bertajuk Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21, Jumat (9/7/2021).

"Jika menghendaki damai kita harus siap perang, kalau terjadi perang kita tidakbisa buru-buru ke supermarket untuk beli alat perang. Tidak ada alat perang yang kita bisa beli langsung, tidak ada," lanjut Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk belanja alutsista.

Jika saat ini pemerintah punya uang dan sudah memutuskan untuk beli alutsista tertentu, lanjut dia, maka alutsista tersebut tidak akan datang saat ini juga.

Baca juga: Prabowo Cerita Pengalaman Ditanya Legislator Muda Soal Pentingnya Pertahanan Bagi Petani

"Kita beli hari ini tanda tangan kontrak, datangnya 6 tahun lagi. Pesawat pertama mungkin bisa datang tiga tahun, kemudian seterusnya. Jadi kita mungkin baru punya satu atau dua skadron setelah enam tahun. Nah sekarang sampai enam tahun bagaimana kita hadapi kalau ada ancaman?" kata Prabowo.

Untuk itu, ia berharap tidak ada ancaman terhadap Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved