Breaking News:

Alami Kekeringan, Petani di Lebak Diimbau Proteksi Diri dengan Asuransi Usaha Tani Padi

Program AUTP disusun untuk melindungi petani dari dampak kerugian yang timbul akibat gagal panen

Penulis: Yulis
Editor: Eko Sutriyanto
Humas Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekeringan melanda ratusan hektar areal persawahan di Blok Cijaha Golonggong, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Akibatnya petani mengalami gagal panen.

Dalam kondisi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyarankan petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) agar tak merugi ketika terjadi gagal panen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, program AUTP disusun untuk melindungi petani dari dampak kerugian yang timbul akibat gagal panen.

Menurut Mentan SYL, pihaknya sadar betul jika pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap segala situasi.

Baca juga: Ibas Khawatir Indonesia Gagal Tangani Pandemi: PKB Sebut Berlebihan, Gerindra Minta Ibas Hadir Rapat

"AUTP ini jaring pengaman agar petani tak mengalami kerugian akibat gagal panen yang disebabkan karena perubahan iklim dan serangan OPT," kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, selain jaring pengaman mengantisipasi timbulnya kerugian, AUTP juga merupakan program yang dirancang untuk tetap menjaga produktivitas petani.

"Ketika petani mengalami gagal panen, maka mereka akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektar per musim.

Pertanggungan ini bisa menjadi modal kembali bagi petani memulai masa tanam, sehingga produktivitas mereka terjaga," papar Ali.

Di sisi lain, manfaat program AUTP adalah menjaga tingkat kesejahteraan petani.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved