Breaking News:

Virus Corona

17 Juta Masyarakat Adat Tak Mengerti Akses Vaksinasi Covid-19

Devi berharap pemerintah dapat memberikan akses khusus bagi masyarakat adat untuk bisa mendapatkan vaksin.

Shutterstock
Ilustrasi vaksinasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tercatat sekitar 17 juta lebih masyarakat adat tak terjangkau program vaksinasi Covid-19 yang sedang gencar dilakukan pemerintah.

Alasannya keterbatasan akses informasi serta ketiadaan kartu identitas.

"17 juta jiwa itu enggak sedikit. Daftar online misalnya itu kan enggak mungkin bisa dengan mudah dijangkau oleh masyarakat adat. Kemudian kartu identitas (tidak ada) dan hanya sedikit orang yang bisa dijangkau melalui proses-proses itu," ujar Ketua Umum Perempuan Aman, Devi Anggraini dalam sebuah dialog virtual, Senin (19/7/2021).

Devi berharap pemerintah dapat memberikan akses khusus bagi masyarakat adat untuk bisa mendapatkan vaksin.

Baca juga: Vaksin Sinopharm Tiba, Kadin Yakin Vaksinasi Gotong Royong akan Berlangsung Cepat

Karena setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah baik dari segi ekonomi, sosial maupun kesehatan.

"Tentunya ini diupayakan dengan berbagai cara yang membangun komunikasi dengan berbagai pihak dengan pihak lain yang bisa membantu dalam proses ini," tutur Devi.

Ia memaparkan, masyarakat adat sangat membutuhkan informasi atau panduan terkait Covid-19 dengan bahasa yang mudah dimengerti, agar mereka bisa memahami situasi dan tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan, serta ke mana mereka harus mengadu

"Saya melihat di dalam proses ini sebenarnya bukan hanya di masyarakat ada tapi kesenjangan informasi pemahaman informasi mengenai Covid-19 ini juga bahkan di tenaga kesehatan sendiri ketika perubahan yang begitu cepat, tenaga kesehatan tidak bisa merespon dengan cepat juga. Jadi Hal ini tentu berdampak pada pengetahuan di masyarakatnya itu," ungkap Devi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved