Breaking News:

Pemerintah Beda Pandangan, Buruh Minta Jaga Kekompakan

Pemerintah dalam situasi krisis seperti sekarang harus menjaga kekompakan termasuk kompak menyampaikan narasi kepada masyarakat.

istimewa
Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi massa buruh menyayangkan adanya perbedaan pandangan para menteri di ruang publik dalam menyikapi situasi pandemi Covid 19 beberapa waktu belakangan ini.

Pemerintah dalam situasi krisis seperti sekarang seharusnya menjaga kekompakan termasuk kompak menyampaikan narasi kepada masyarakat.

"Kita sayangkan sekali para menteri bisa menyampaikan pesan yang beda-beda ke masyarakat, kan repot sekali kalau begini," ungkap Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Menurut dia setiap ungkapan pejabat publik harus merupakan keputusan bersama pemerintah dan bukan menebarkan wacana apalagi pendapat pribadi.

"Masyarakat sedang susah, pemerintah jangan tambah buat susah karena sampaikan narasi yang berbeda-beda. Ini tentu tidak boleh terjadi lagi di tengah kita bersama mengharapkan agar kita semua kompak baik masyarakat maupun pemerintah," ucapnya.

Baca juga: KSPI: Ratusan Ribu Buruh Bakal Kena PHK Jika PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Agustus 2021

Ketua tenaga kerja dan SDM Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia ini meyakini bahwa penanganan Covid 19 oleh pemerintah akan efektif jika semua pihak kompak.

"Artinya semua rakyat bahu membahu membantu pemerintah minimal menjalankan Prokes dan di sisi pemerintah juga harus sama sikapnya. Apa yang disampaikan ke publik adalah keputusan bersama pemerintah dan bukan pendapat pribadi para menteri. Ini harus dicatat betul," ujarnya.

Kejadian berbeda pandangan di ruang publik ungkap Arnod tidak boleh terjadi lagi.

"Jadi pemerintah harus satu suara. Siapa komandannya ikuti saja dia."

Ketua umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan Media dan Informasi (PP FSP PPMI KSPSI) ini juga memberi apresiasi pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri yang bekerja tekun dan serius dan tidak banyak bicara di ruang publik.

"Bila perlu menteri itu bekerja saja. Tidak perlu banyak wacana. Kasihan presiden dan menteri yang bekerja keras untuk mengatasi Pandemi ini," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved