Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Tembus 3 Juta, Anggota Komisi IX: Pemerintah Harus Kendalikan

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati prihatin dengan penambahan kasus hingga tiga juta di Indonesia

/JEPRIMA
Petugas medis menggunakan baju hazmat bertuliskan tetap semangat saat berada ditengah anak-anak yang terkonfirmasi positif covid-19 ketika menjalankan isolasi di Wisma Atlet Jakarta, Senin (5/7/2021). TRIBUNNEWS/JEPRIMA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus konfirmasi positif Covid-19 menembus angka 3 juta.

Pada 23 Juli 2021, data Kemenkes menyebut kasus konfirmasi positif mencapai 3.082.410 dengan positive rate 24,25 persen.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati prihatin dengan penambahan kasus hingga tiga juta di Indonesia. Apalagi eskalasi penambahan satu juta ketiga dicapai hanya dalam waktu satu bulan.

Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia: Jumlah Pasien yang Sembuh Covid-19 Bertambah 39.767 Orang

Ia mengatakan dampak varian delta yang tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah, sementara rakyat juga sudah lelah jalani prokes serta berbagai disinformasi seputar covid juga semakin banyak yang juga memengaruhi masyarakat untuk ikut anjuran pemerintah untuk prokes.

Baca juga: UPDATE Kasus Corona Indonesia 24 Juli 2021: Tambah 45.416 Positif, 39.767 Sembuh, 1.415 Meninggal

"Kita amat prihatin terutama dengan eskalasi cepat varian delta ini yang menyebabkan RS kewalahan. Di beberapa kabupaten/kota bahkan angka BOR mencapai 100 persen. Kita juga mencatat beberapa rekor kematian tertinggi di dunia dengan banyak kasus kematian saat Isoman yang belum pernah kita alami sebelumnya," terang Mufida, dalam keterangannya, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Update Sebaran Corona di 34 Provinsi Indonesia, 24 Juli 2021, Jakarta Sumbang Kasus Terbanyak 8.360

Mufida berharap eskalasi yang cepat ini harus dikendalikan segera dengan meningkatkan testing dan tracing agar upaya pencegahan bisa lebih dilakukan secara dini. Jangan kurangi testing hanya untuk terlihat kasus harian menurun.

"Pemerintah harus buat kebijakan dan lakukan langkah-langkah yang efektif dan terukur dalam mengendalikan penularan. Jangan lagi banyak simbolik yang hanya buang waktu dan tidak efektif," imbuh Anggota DPR RI Dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.

Ia menekankan agar sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penularan jika tidak disiplin protokol kesehatan dan mengutamakan #DirumahSaja harus terus dimassifkan.

"Bantuan sosial harus segera dicairkan dan disampaikan agar masyarakat juga mau ikut arahan pemerintah untuk melakukan pembatasan kegiatan yang saat ini diperpanjang hingga 25 Juli," papar dia.

Mufida meminta usai evaluasi 25 Juli, Presiden Joko Widodo langsung menjadi komandan penanganan Covid-19 agar kebijakannya jauh lebih kuat dan menyeluruh.

"Jelang perpanjangan PPKM Darurat belum ada tanda penurunan. Banyak negara yang minta warga negaranya keluar dari Indonesia artinya kondisinya sudah darurat benar. Presiden harus memimpin langsung penanggulangan Covid-19 di Tanah Air," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved