Breaking News:

Kapolda Sulteng Ungkap Ada Simpatisan Dukung Gerakan Kelompok Teroris MIT Poso

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso selaku penanggung jawab Kebijakan Operasi (PJKO) operasi Madago Raya menerima kunjungan kerja Kepala

TRIBUNPALU.COM/LIA
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso menunjukkan DPO yang tewas di RS Bhayangkara Palu, Selasa (2/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso selaku penanggung jawab Kebijakan Operasi (PJKO) operasi Madago Raya menerima kunjungan kerja Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Polda Sulteng, Senin (26/7/2021).

Kunjungan kerja Kepala BNPT itu untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan operasi Madago Raya di Kabupaten Poso dengan melaksanakan rapat tertutup yang diikuti pejabat BNPT dan pejabat Operasi Madago Raya.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan tugas operasi Madago Raya guna menuntaskan kasus terorisme di Poso.

Menurutnya, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tersisa 6 orang ini sulit diburu lantaran banyaknya simpatisan yang mendukung gerakan kelompok ini.

"Selain medan yang berat hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka, kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan dan tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka maka kasus Poso akan cepat selesai," kata Abdul.

Baca juga: Kontak Tembak Satgas Madago Raya dengan Kelompok Teroris MIT, 1 DPO Tewas

Namun, Abdul tidak menjelaskan secara detil identitas simpatisan yang menjadi penyokong kelompok teroris MIT Poso tersebut. Yang jelas, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menghentikan radikalisasi.

"Saat ini kelompok terorisme sisa enam orang, seandainya enam orang DPO terorisme bisa diselesaikan tetapi masalah radikalisme dan kontra radikalisme yang harus dilakukan, bagaimana pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Poso," ujarnya.

Dalam penindakan DPO teroris Poso, Abdul menyebutkan Satgas Madago Raya lebih mengedepankan tindakan soft dengan mengimbau DPO terorisme untuk menyerahkan diri.

"Kecuali bila bertemu di lapangan maka akan terjadi tindakan tegas terukur," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengapresiasi satgas Madago Raya yang berasil melumpuhkan 3 dari 9 buronan teroris MIT Poso. 

"Tentunya Ini prestasi yang layak diapresiasi. Mereka kelompok membahayakan kehidupan masyarakat. tentunya kita berharap kedepan operasi Satgas Madago Raya dapat menuntaskan sisa DPO MIT Poso," tukasnya.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved