Breaking News:

Mahfud MD: Belakangan Ini Ada Gejala Penodaan Ikatan Kebangsaan Dilakukan Secara Demokratis

Mahfud mengatakan demokrasi yang seharusnya menjadi penguat bagi ikatan kebangsaan belakangan ini justru destruktif terhadap kokohnya kebangsaan itu. 

Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. 

Ia pun membenarkan bahwa jawaban tersebut tidak salah.

Namun, kata dia, menjelaskan hal tersebut adalah perkara mudah. 

 "Tapi yang harus dijawab itu bagaimana mengatasi itu. Roadmapnya apa, apa yang harus dilakukan. Sebab apapun usul kita, ini lho yang benar. Kalau DPR-nya dan Parpolnya bilang tidak, ya tidak. Ya ubah dong Undang-Undang Parpolnya. Lho Parpolnya tidak mau ubah Undang-Undangnya, DPR nya tidak mau, bagaimana?" kata Mahfud.

Oleh karena itu, kata Mahfud, hal yang diperlukan bagi pemerintah adalah usulan langkah-langkah yang lebih metodologis guna mengubah situasi tersebut, bukan sekadar merumuskan masalah.

"Oleh sebab itu yang diperlukan adalah langkah apa yang secara demokratis bisa dilakukan untuk mengubah situasi yang bisa ditimbulkan oleh fakta penyanderaan terhadap demokrasi itu sendiri," kata Mahfud.

Penulis: Gita Irawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved