Breaking News:

Virus Corona

Pendukung Jokowi Nilai Sebagian Menteri Tak Peka Kesulitan Masyarakat di Tengah Pandemi   

Pedukung Jokowi - Maruf Amin saat Pilpres 2019 menyayangkan lambatnya respon para menteri yang belum bisa bekerja maksimal sesuai arahan presiden. 

hearingreview
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pedukung Jokowi - Maruf Amin saat Pilpres 2019 menyayangkan lambatnya respon para menteri yang belum bisa bekerja maksimal sesuai arahan presiden. 

Terlebih dalam surveinya,  Indonesian Presidential Studies (IPS) menemukan kepuasan kinerja para menteri sebagai komandan lapangan atas intruksi presiden di bawah 30 persen.

Hanya kepolisian dan TNI yang mampu bekerja dan mengimplementasikan arahan presiden dalam mengatasi serangan covid-19 varian delta saat ini.

Baca juga: Kertas Bekas Hasil Swab Positif Jadi Bungkus Gorengan di Depok, Dinkes dan Polisi Angkat Bicara

Ketua Tim Pemenangan Pilpres Jokowi - Maruf Amin Kabupaten Bogor, Jaro Ade mengatakan, berdasarkan pengamatannya tidak banyak menteri yang mau terjun turun langsung secara maksimal mengejawantahkan program dan intruksi presiden.

"Terlebih, kurangnya kepekaan para menteri terhadap kesulitan masyarakat di tengah pandemi covid-19," kata Jaro dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Jaro Ade pun mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan (nakes) yang dari awal berjibaku hingga detik ini membantu masyarakat tanpa mengenal waktu meski banyak yang terlambat mendapatkan insentif.

Baca juga: Gubernur Anies Klaim Selasar IGD Kosong, Wali Kota Bekasi Juga Klaim BOR RS Turun 65 Persen

"Hanya TNI-POLRI beserta nakes yang dapat dirasakan kerjanya di masyarakat.

Mereka berjibaku meski insentifnya lamban diberikan, sementara sebagian besar menteri tidak becus bekerja.

Saya sebagai ketua tim pemenangan Kabupaten Bogor sangat kecewa," tegas Jaro Ade.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor tersebut menuturkan ini adalah bentuk protesnya sebagai ketua tim pemenangan di Kabupaten Bogor, dikarenakan disisi lain Presiden Jokowi turun langsung ke tengah masyarakat dan harus berhadapan dengan hujatan dan berita bohong alias hoaks.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved