Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Segera Berlakukan Pelacakan Covid-19 Sistem Digital

Pemerintah akan mengintensifkan penggunaan sejumlah aplikasi pelacakan Covid-19 saat ini yang telah ada di Indonesia.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah pedagang nonkebutuhan sehari-hari sudah kembali berjualan di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2021). Seluruh pasar yang berada dalam kewenangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Juara Kota Bandung sudah diperbolehkan beroperasi dengan sistem ganjil genap dan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Wali Kota Bandung tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19. Pasar-pasar tersebut terdiri dari Pasar Baru Trade Center, Pasar Baltos, Pasar ITC, dan Pasar Andir. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pemerintah pusat akan memperbarui sistem pelacakan Covid-19 yang selama ini dilakukan secara manual.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah dalam waktu dekat, pemerintah akan mengintensifkan penggunaan sejumlah aplikasi pelacakan saat ini yang telah ada di Indonesia.

"Bahwa pelacakan menggunakan cara manual atau pelacakan melalui Babinsa dan Babinkamtibmas ada batasnya," ujarnya.

"Karena keduanya punya banyak tugas lain juga," kata Airlangga dilansir dari paparan pada Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi Covid-19 yang ditayangkan YouTube Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Sabtu (31/7/2021).

"Pemerintah mendorong aplikasi yang namanya PeduliLindungi itu agar diintegrasikan dengan tadi yang disampaikan yakni NAR dan Silacak," lanjutnya.

Baca juga: 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Dijadwalkan Tiba Agustus, Ada Pfizer dan Moderna

NAR atau New All Record merupakan sistem big data yang dimiliki Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara itu aplikasi Silacak merupakan aplikasi untuk mendeteksi kontak erat Covid-19.

Baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 39.372 Orang

Airlngga mengungkapkan, pelacakan secara digital ini sudah mulai diujicobakan.

Pada tahap pertama ini, penerapannya yakni pada individu yang akan masuk ke tempat ramai itu harus mendownload aplikasi PeduliLindungi.

Menurut Airlangga, saat ini aplikasi PeduliLindungi baru didownload oleh 15 juta orang. Sementara itu, jumlah individu yang telah disuntik vaksin itu sudah lebih dari 48 juta orang.

Sehingga nantinya dengan integrasi ketiga sistem aplikasi di atas dapat memudahkan pelacakan Covid-19 di tempat umum atau restoran.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved