Breaking News:

Calon Hakim Agung

Calon Hakim Agung Suharto Mengaku Sempat Tak Nonton TV Selama 6 Bulan Saat Adili Perkara Besar

Calon Hakim Agung Kamar Pidana yang saat ini menjabat sebagai Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, Suharto, mengaku sem

Tangkapan Layar: Kanal Youtube Komisi Yudisial
Calon Hakim Agung Kamar Pidana yang saat ini menjabat sebagai Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, Suharto, dalam Wawancara Terbuka Calon Hakim Agung Tahun 2021 Hari Ke-2 yang disiarkan di kanal Youtube Komisi Yudisial pada Rabu (4/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Hakim Agung Kamar Pidana yang saat ini menjabat sebagai Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, Suharto, mengaku sempat tidak menonton televisi selama enam bulan ketika mengadili perkara besar.

Hal tersebut diungkapkannya ketika Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata menanyakan pandangannya terkait komentar publik baik akademisi hingga Lembaga Swadaya Masyarakat atas putusan yang belum inkracht.

Mukti menanyakannya apakah Suharto sebagai hakim akan memperhatikan pendapat-pendapat publik tersebut.

Suharto pun menjawab hal tersebut merupakan sesuatu yang dilematis.

Hal itu disampaikannya dalam Wawancara Terbuka Calon Hakim Agung Tahun 2021 Hari Ke-2 yang disiarkan di kanal Youtube Komisi Yudisial pada Rabu (4/8/2021).

"Tapi saya pernah mengadili perkara besar, 6 bulan saya tidak lihat TV, atau kalau lihat TV saya pegang remot," kata Suharto.

Menurutnya penggiringan opini tersebut terkadang mempengaruhi independensi hakim.

Ia pun terang-terangan mengatakan tidak mengapresiasi komentar-komentar publik terhadap putusan yang belum inkracht.

Hal itu karena menurutnya komentar-komentar tersebut merupakan bentuk campur tangan pada dunia peradilan.

"Tetapi kalau hakimnya sudah yakin atas fakta-fakta di persidangan, keyakinan hakim itu kan dibangun dengan dua alat bukti. Jadi menurut saya, bentuk-bentuk opini publik terhadap perkara yang sedang jalan itu saya tidak apreciate karena ini bentuk campur tangan pada dunia peradilan," kata Suharto.

Baca juga: Ketika Calon Hakim Agung Artha Theresia Dicecar Soal Pelanggaran HAM Berat Oleh Hikmahanto Juwana

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved