Breaking News:

Korupsi Dana Bansos

Mengaku Takut, Eks Pejabat Kemensos Berniat Mundur dari Jabatan sebelum Terjaring OTT Korupsi Bansos

Matheus Joko Santoso mengatakan, sempat berniat untuk mengakhiri tugasnya dalam keterlibatan pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19

Editor: Sanusi
Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial RI beragendakan pemeriksaan saksi mahkota Matheus Joko Santoso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Matheus Joko Santoso mengatakan, sempat berniat untuk mengakhiri tugasnya dalam keterlibatan pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 periode 2020 untuk wilayah Jabodetabek.

Hal itu didasari karena, dirinya sudah mengetahui kalau di tengah berjalannya proyek pengadaan bansos Covid-19 ini, seluruh kegiatan di Kemensos sudah dalam pantauan tim penegak hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Baca juga: Matheus Sudah Tahu Praktiknya Sedang Dipantau Penegak Hukum Sejak Putaran Kedua Penyaluran Bansos

Tak hanya dirinya, terdakwa Adi Wahyono juga kata Joko, memiliki niatan yang sama untuk mundur sebagai pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Kemensos RI.

Pernyataan itu disampaikan Joko dalam sidang lanjutan beragendakan mendengarkan saksi mahkota atau pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Baca juga: Beras Beras Bansos 3,69 Ton Basah akibat Perahu Karam di Maluku, PT Pos dan Bulog Kirim Pengganti

"Waktu itu juga saya bersama pak Adi sudah berniat untuk mengakhiri tugas kami, saya sebagai pimpinan dan pak Adi sebagai KPA, waktu itu pak Adi juga sering menanyakan ke pak Sekjen ini sudah terlalu lama, gak biasanya seperti itu," tutur Joko dalam sidang yang dihadirkan secara virtual, Jumat (6/8/2021).

Tak hanya itu, Joko juga sempat berkomunikasi dengan Adi Wahyono untuk menentukan langkah lebih lanjut dalam perannya di proyek pengadaan bansos ini.

Bahkan Joko dalam persidangan mengaku merasa takut mengingat beberapa kebijakan terkait proyek pengadaan bansos ini berada dalam kuasanya.

"Saya bilang juga ke pak Adi, kalau bapak tidak lagi sebagai KPA saya juga mau mundur, saya takut juga, saya bilang pak seperti itu," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya sudah mengetahui proyek tersebut mulai terendus oleh penegak hukum KPK sejak putaran kedua penyaluran bansos di wilayah Jabodetabek.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved