Breaking News:

Virus Corona

Waduh! 9.000 Bang Napi Positif Covid-19, Nularnya Cepat karena Berombongan Huni Sel

Kondisi tahanan yang berhimpitan membuat penularan Covid-19 di kalangan bang Napi semakin tidak terkendali.

Editor: Choirul Arifin
Dok. Ditjen Pemasyarakatan
Ilustrasi - Pemindahan dua narapidana bandar narkoba dari Lapas Kelas I Cipinang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Nusakambangan. 

"Membeli makanan di pasar dan sebagainya, maka kemungkinan juga besar kemungkinan petugasnya terkonfirmasi," jelasnya.

Dijelaskan Reynhard, penularan Covid-19 dari sipir kepada narapidana inilah menjadi salah satu sumber penularan di dalam lapas.

Namun, setiap adanya penghuni lapas yang terkonfirmasi langsung diberikan tindakan.

"Sebagian besar sembuh. Ini diakibatkan karena adanya koordinasi dengan Dinas Kesehatan menggunakan protokol kesehatan, pemberian tambahan vitamin A dan juga rujukan ke rumah sakit bila dibutuhkan."

Selain itu juga karena treatment di dalam lembaga permasyarakatan dengan memisahkan mereka dalam blok tertentu.

Sebagai informasi, kapasitas maksimal lapas di Indonesia hanya sebanyak 132.000. Namun jumlahnya kini telah jebol mencapai 298.394 yang mendekam di dalam lapas.

Dari jumlah tersebut, 50,9 persen di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika dengan berbagai vonis yang beragam. Paling banyak, narapidana dengan hukuman 5 sampai 9 tahun penjara.

Tren penambahan narapidana juga setiap tahun semakin tidak terkendali.

Tercatat pada 2016 jumlah penghuni lapas sebanyak 204 ribu, 2017 232 ribu, 2018 255 ribu, 2019 265 ribu dan 2021 telah mencapai 298 ribu orang.

Reynhard Silitonga meyebutkan lembaga pemasyarakatan (Lapas) telah over kapasitas lebih dari dua kali lipat dari kuota jumlah narapidana.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved