Breaking News:

Buntut Kritikan Elite PDIP, Jokowi Diduga 'Dinginkan' Suasana dengan Undang Megawati

Bahkan kritikan juga terucap dari mulut Megawati karena Jokowi tak langsung mengambil alih penanganan Covid-19. 

Istimewa
Megawati dan Jokowi kembali bertemu di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkaran Mardani Ray Rangkuti mengatakan undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai upaya 'mendinginkan' suasana. 

Sebab, dalam beberapa waktu belakangan muncul ketegangan dimana banyak kritik dari elite PDIP ditujukan kepada Jokowi.

Bahkan kritikan juga terucap dari mulut Megawati karena Jokowi tak langsung mengambil alih penanganan Covid-19

"Ini buntut dari 'ketegangan' yang terjadi antara PDIP dengan beberapa elit di kabinet Jokowi. Untuk mendinginkan suasana, dan memberi informasi langsung kepada ibu Mega, maka pak Jokowi mengundang langsung ibu Mega ke Istana," kata Ray, ketika dihubungi Tribunnetwork, Kamis (19/8/2021).

Diketahui, Megawati Soekarnoputri tiba-tiba bertemu dengan Jokowi, Rabu (18/8) siang.

Membuat Megawati harus membatalkan kehadirannya dalam acara webinar lintas agama yang digelar PDIP. 

Baca juga: Megawati Menangis Karena Banyak yang Hina Jokowi: Tidak Punya Moral, Pengecut!

Ray menyebut hubungan partai berlambang kepala banteng moncong putih dengan Jokowi dipercaya pulih kembali pascapertemuan keduanya. 

Bukan tanpa sebab, Megawati terpantau pasang badan dan mengkritik keras para pihak yang mengkritik Jokowi dalam acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih, Bali, secara daring. 

Sebelum meresmikan acara, Megawati menyampaikan keprihatinannya terkait kerapnya Jokowi menerima kritik yang kerap disampaikan secara tidak beretika. 

"Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa? Mikir kita, mikir rakyat. Masa masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang. Saya dibully juga nggak takut kok. Coba datang berhadapan. Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati. 

Menurut Ray, hal tersebut mengindikasikan undangan Jokowi terbukti sebagai langkah politis yang berhasil agar Megawati kembali mendukungnya. 

"Tentu ini langkah politis yang berhasil dari pak Jokowi. Politik makan siang dapat menyelesaikan bahkan hampir seluruh ketegangan politik. Jika membaca pidato ibu Mega yang mengecam para pengkritik pak Jokowi, nampaknya itu juga isyarat agar kader PDIP mulai fokus untuk kembali mendukung kebijakan-kebijakan pak Jokowi," kata Ray. 

Ray melihat besar kemungkinan tidak akan ada perubahan drastis dalam kebijakan dan langkah Presiden Jokowi dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Dimana akan berjalan sebagaimana seperti sekarang. 

"Misalnya, tidak akan ada koreksi atas multi jabatan yang diemban oleh pak Luhut Binsar Pandjaitan. Pejabat yang paling banyak mendapat sorotan dari PDIP," katanya. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved