Breaking News:

Diprediksi Akan Terjadi 'Revenge Tourism' di Indonesia

Masyarakat Indonesia diyakini sudah jenuh dan ingin berwisata setelah lebih dari 1,5 tahun berada di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

ist
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia diyakini sudah jenuh dan ingin berwisata setelah lebih dari 1,5 tahun berada di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dengan banyaknya masyarakat yang jenuh, para pelaku pariwisata harus bersiap menyambut serangan pariwisata atau 'revenge tourism'

Terutama, jika nantinya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan atau diturunkan seiring tren melandainya kasus Covid-19.

Sandiaga mencontohkan apa yang terjadi di India.

“Contohnya yang terjadi di India, setelah lockdown, di sana terjadi revenge tourism. Semua penerbangan habis, okupansi hotel full bahkan kelebihan permintaan sebesar 40 persen dan akhirnya banyak wisatawan yang kecewa," ujar Sandiaga melalui keterangannya, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Kunci Pemulihan Pariwisata Indonesia Berada di Tangan Wisatawan Domestik

Sandiaga mencontohkan, 'revenge tourism' bisa terjadi di destinasi-destinasi wisata Garut.

Lantaran, jarak tempuh dari Jakarta kurang lebih tiga jam.

Berdasarkan data pemerintah, kata Sandiaga, kasus Covid-19 diprediksi akan terus melandai pada September 2021.

“Berdasarkan data yang kami himpun, diprediksi akhir September 2021 angka Covid-19 akan melandai. Hal itu sembari kita menyiapkan protokol kesehatan dengan upaya percepatan vaksinasi,” ujarnya.

Wisatawan domestik

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved