Breaking News:

PON Papua

Kapolri Dorong Forkopimda Berperan Aktif Selesaikan Persoalan Venue PON XX Papua

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar Forkopimda Jayapura memastikan kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memimpin diskusi dan tatap muka bersama Forkopimda Provinsi Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (26/8/2021). 

Ia menyatakan pertumbuhan ekonomi Papua tanpa pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 2,8 persen.

Baca juga: Sebanyak 428 Unit Bus Dikirimkan Kemenhub untuk PON XX di Papua

Mantan Kabareskrim Polri ini mengimbau Forkopimda Jayapura untuk memperhatikan penanganan dan pengendalian Covid-19 terkait dengan pelaksanaan PON ke-XX.

Menurut Sigit, dalam penyelenggaraan tersebut tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 serta vaksinasi bagi semua pihak terkait, harus dilaksanakan," ucap Sigit.

Dengan diterapkannya prokes yang disiplin, kata Sigit, pelaksanaan PON XX akan berjalan lancar dan kesehatan masyarakat dari virus corona pun dapat terjamin.

Baca juga: Syarief Hasan Dukung Pelaksanaan PON XX dan Perparnas XIV di Papua

"PON XX Papua sukses dan lancar, investasi aman, pertumbuhan ekonomi meningkat, Papua semakin maju dan modern, masyarakat sehat dan sejahtera," ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit memaparkan lima kabupaten atau kota penyelenggaraan PON Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom, sampai saat ini memiliki kasus aktif tertinggi di Papua.

Sebab itu, lanjut Sigit, diperlukan adanya upaya bersama dengan seluruh pihak untuk menekan laju persebaran Covid-19 di Papua khususnya di kabupatem/kota penyelenggara PON XX Papua.

"Tingkat BOR di Papua menempati peringkat 14 Nasional sebesar 41 persen mengalami penurunan sebesar 11 persen dari 2 minggu sebelumnya 52 persen. Isoter yang ada saat ini sebanyak 14 lokasi dengan kapasitas 810 tempat tidur," kata Sigit

"Perlu menjadi perhatian 4 kab/kota (Biak Numfor, Mimika, Kab Jayapura, dan Keerom) yang memiliki kasus aktif tinggi namun belum memiliki isoter. Upaya menggeser isoman ke isoter perlu dilakukan secara maksimal dengan bantuan Pemda, tokoh masyarakat dan tokoh daerah," lanjutnya.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved