Breaking News:

Menteri LHK Tegaskan Komitmen Indonesia Atasi Sampah Plastik

Indonesia turut andil dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) secara virtual, Kamis (2/9/2021).

dok KLHK
Indonesia (RI) turut andil dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) secara virtual, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia turut andil dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) secara virtual, Kamis (2/9/2021).

Menteri LHK, Siti Nurbaya mewakili RI dalam rangkaian kegiatan Ministerial Conference on Marine Litter and Plastic Pollution dipimpin oleh para convener dari Ekuador, Jerman, Ghana, dan Vietnam tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Siti menegaskan komitmen RI dalam mengatasi sampah plastik.

“Indonesia, pada berbagai strata pemerintahan bekerja mewujudkan komitmen global dalam penanggulangan polusi plastik,” ujarnya.

Siti juga menjelaskan tentang langkah penanganan sampah laut, kehadiran Pusat Pengembangan Kapasitas Kebersihan Laut di Bali, tentang berlakunya Extended Producer Responsibility, dan telah dimulainya langkah pendekatan ekonomi sirkular.

Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja global penanggulangan sampah laut dan polusi plastik yang sedang berlangsung.

Baca juga: KLHK Lepas Liar 12 Satwa Endemik Papua di Hutan Adat Isyo

Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi platform negosiasi berdasarkan mandat United Nations Environment Assembly (UNEA) 3/7 dan 4/6, dari UNEA 3 dan UNEA 4 mengenai penanganan sampah laut dan mikro-plastik.

Lima poin penting yang diperhatikan untuk inisiasi platform negosiasi tersebut.

Di antaranya proses negosiasi harus bersifat inklusif dan transparan, upaya peningkatan kapasitas dan pendampingan harus menjadi pilar kunci dalam kerangka kerja yang dibangun.

Target pengurangan sampah harus memperhatikan kemampuan dan kepentingan masing-masing negara.

Tidak kalah pentingnya kerangka kerja global harus dapat menjamin adanya tahapan transisi yang mulus dan inklusif menuju terbentuknya masyarakat tanpa plastik.

Baca juga: Menteri LHK Tekankan 3 Poin Penting Terkait Kerangka Kerja Biodiversitas

Acara ini diikuti 40 pejabat setingkat menteri/wakil menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan, 16 duta besar, serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati lingkungan.

Kegiatan High Level Dialogue ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong agenda pertemuan langsung UNEA 5.2 di Nairobi, Kenya, pada 28 Februari–2 maret 2022, yang juga bertepatan dengan peringatan setengah abad terbentuknya UNEP.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved