Breaking News:

Amien Rais Singgung Ada Upaya Penghancuran Bangsa Lewat Amandemen UUD 1945

Amien mengatakan, bahwa tokoh-tokoh Pro Jokowi itu menganggap Jokowi merupakan tokoh yang tak tergantikan.

Capture Video
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais dalam diskusi publik 'Perspektif Dari Jogja Untuk Indonesia 2024, Minggu (5/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyebut, saat ini ada upaya yang tengah dilakukan untuk melakukan penghancuran terhadap Bangsa Indonesia.

Amien Rais bahkan mengatakan, bahwa ada tiga upaya untuk memperlancar upaya tersebut.

Meski, Amien enggan membeberkan lengkap soal upaya apa yang dilakukan dalam penghancuran tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa Amandemen UUD 1945 merupakan salah satu faktornya.

Hal itu disampaikan Amien Rais dalam diskusi publik 'Perspektif Dari Jogja Untuk Indonesia 2024, Minggu (5/9/2021).

"Yang satu sudah dimulai, jadi soal amendemen ini. Ini sebuah tricky politik, politik yang sangat penuh dengan tipu muslihat," kata Amien Rais.

"Itu sesungguhnya, amandemen ini sudah dibicarakan sejak tahun 2019, oleh tokoh-tokoh yang Projo, pro Jokowi itu," tambahnya.

Baca juga: Pengamat: Rakyat Butuh Makan, Bukan Amandemen UUD 1945

Amien bahkan mengatakan, bahwa tokoh-tokoh Pro Jokowi itu menganggap Jokowi merupakan tokoh yang tak tergantikan.

Namun, Amien mengatakan jika isu amendemen UUD 1945 tersebut menurun tensinya dan tak menjadi pusat perhatian pada tahun 2019 lalu. Bahkan, disebut agak senyap.

Tetapi, kemudian diangkat kembali oleh para tokoh pendukung Jokowi pada tahun 2021.

Mantan Ketua MPR ini juga menyebut, jika pendukung Jokowi itu melakukan test untuk melihat reaksi masyarakat terhadap wacana itu kembali.

"Nah ketika semua reaksi masyarakat negatif, kemudian setelah itu menghilang," terangnya.

Amien juga menyinggung peryataannya yang viral atas penolakan Amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan Presiden 3 periode. Dimana, hanya bertahan selama dua minggu.

"Jadi memang di negeri ini, isu setegas apapun, sekejam apapun umurnya hanya mingguan saja," jelas Amien.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved