Breaking News:

Polri Minta Penangkapan Teroris di Bekasi Tak Dikaitkan dengan Tempatnya Bekerja

Menurut Ahmad, tindak pidana yang dilakukan oleh S tidak ada kaitannya dalam kapasitasnya sebagai pegawai Kimia Farma.

IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan meminta penangkapan teroris Jamaah Islamiah (JI) berinisial S tak dihubungkan dengan rekamnya sebagai pegawai PT Kimia Farma Tbk.

Menurut Ahmad, tindak pidana yang dilakukan oleh S tidak ada kaitannya dalam kapasitasnya sebagai pegawai Kimia Farma.

"Kaitannya kita penangkapan bukan masalah profesi tapi dari perbuatan yang bersangkutan dan perbuatan tersangka," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Namun demikian, ia belum mengetahui apakah benar S merupakan pegawai Kimia Farma.

"Itu pengakuan dari Kimia Farma, tapi kami belum melihat apakah itu benar pegawai atau tidak," tukasnya.

Baca juga: Tersangka Terorisme yang Ditangkap Densus 88 di Bekasi Bentuk Majelis Kesepuhan di Jamaah Islamiyah

Sebagai informasi, tim Densus 88 Antiteror Polri sebelumnya menangkap 4 orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiah pada Jumat (10/9/2021) kemarin. Mereka adalah MEK, S alias MT, SH dan AR.

Keempatnya ditangkap terpisah di daerah Bekasi. Adapun keempatnya kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Pegawai Kimia Farma Ditangkap Kasus Terorisme

PT Kimia Farma Tbk membenarkan jika salah satu karyawannya sempat diamankan Densus 88 di Bekasi Utara, Jumat (10/9/2021) lalu, karena diduga terlibat aksi terorisme.

Halaman
123
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved