Breaking News:

Wapres Soroti Pertumbuhan Ekspor Belum Dibarengi dengan Tingkat Kesejahteraan Petani

Maruf Amin menyoroti soal kesejahteraan petani di Indonesia yang masih belum sejalan dengan pertumbuhan ekspor di sektor pertanian

Dokumentasi BPMI Setwapres
Wapres Maruf (kiri) berbincang dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin menyoroti soal kesejahteraan petani di Indonesia yang masih belum sejalan dengan pertumbuhan ekspor di sektor pertanian hingga penyerapan tenaga kerja.

Menurut data BPS, sepanjang 2020 terdapat pertumbuhan sebesar 1,75 persen serta peningkatan ekspor sebesar 8,72 persen pada Januari–Juli 2021.

Baca juga: Kemiskinan Diperkirakan Naik Jadi 97%, Warga Afghanistan Jual Furnitur Bekas hingga Peralatan Dapur

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada Februari 2021 juga mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mampu menyerap tenaga kerja terbanyak, yaitu 29,59 persen.

Sementara diketahui belum ada peningkatan kesejahteraan petani, di mana sebesar 46,30 persen jumlah rumah tangga miskin di Indonesia berasal dari sektor pertanian.

“Inovasi dan terobosan melalui antara lain reformasi pertanian, intensifikasi produksi, dan peningkatan akses pasar menjadi upaya nyata yang harus diimplementasikan pelaksanaannya di lapangan secara konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” kata Wapres Maruf saat menghadiri langsung Penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Wapres Apresiasi Capaian Sektor Pertanian Selama Masa Pandemi

Lebih jauh Wapres meminta pemerintah pusat dan daerah terus berinovasi dalam merumuskan kebijakan terkait pertanian.

“Pemerintah, baik di tingkat pusat dan daerah, dituntut untuk beradaptasi dan berinovasi dalam merumuskan kebijakan dan rencana aksi yang dapat memfasilitasi para insan pertanian untuk tetap sehat dan produktif,” imbuhnya.

Dalam acara yang diselenggarakan secara hybrid (perpaduan luring dan daring) tersebut, Wapres menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang baik.

Baca juga: Pencegahan Varian Mu, Wapres Maruf : Perketat Pintu Masuk NKRI

“Ketangguhan sektor pertanian di masa krisis seperti ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari kerja keras dan sinergi para insan pertanian, serta komitmen kuat dari pemerintah daerah,” sambung Wapres.

“Roda pembangunan pertanian nasional pun tak akan bisa digerakkan tanpa adanya kerja bersama yang integratif dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah,” sambungnya.

Dengan adanya Penghargaan Bidang Pertanian yang diberikan kepada pemerintah daerah karena partisipasi aktif dan inovatif membangun pertanian di daerah masing-masing, Wapres berharap hal tersebut akan menginspirasi daerah lain untuk melakukan aksi serupa.

“Saya harap penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 dapat menjadi penyemangat para kepala daerah dan unsur-unsur pemerintah daerah lainnya. Karena, tanpa komitmen, pemikiran kreatif dan kerja keras mereka, roda pertanian tak akan bisa berputar cepat dan memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Wapres.

“Kita harus tetap terus bersinergi, produktif dengan tetap disiplin dan taat protokol kesehatan, demi Indonesia yang sehat dan maju,” pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved