Breaking News:

BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang dan Tanah Longsor Hingga 20 September

BMKG mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia mulai tanggal 13 hingga 20 September 2021.

dok BNPB
ILUSTRASI - Aktivitas pencarian korban tanah longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia mulai tanggal 13 hingga 20 September 2021.

BMKG memprediksi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga 3 hari ke depan yakni mulai 15 September 2021 untuk level Siaga berada di wilayah provinsi:

1. Banten

2. DKI Jakarta

3. Jawa Barat

4. Jawa Timur

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam pernyataan yang diterima Tribun, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Rabu, 15 September 2021: 20 Wilayah Potensi Hujan Lebat

Guswanto menjelaskan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

Baca juga: Ribuan Burung Pipit Mati dan Berjatuhan di Gianyar Bali, Diduga karena Tak Kuat Cuaca Ekstrem

MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Baca juga: Ratusan Burung Pipit Mati Secara Misterius di Balai Kota Cirebon, Sampel Air Liurnya Kini Diperiksa

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO sedangkan pada Kelvin skala harian.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved