Breaking News:

Tegur Kapolri dan Undang Peternak Ayam ke Istana, Jokowi Dinilai Tidak Antikritik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan dirinya merupakan Kepala Negara yang tidak anti-kritik. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Suroto (kanan), peternak ayam petelur yang membentangkan poster saat kunjungan Jokowi ke Kota Blitar, Selasa (7/9/2021). Jokowi mengundang Suroto ke Istana Negara, Rabu (15/9/2021), untuk menyampaikan aspirasinya terkait harga jagung dan telur. 

Salah satunya pada Februari 2021 lalu yang meminta Polisi selektif dalam menerima aduan Undang-Undang ITE.

"Saat presiden meminta Polisi selektif menerima aduan UU ITE, itu secara tidak langsung menunjukkan pemerintah siap untuk dikritik," katanya.

Hanya saja kata Karyono yang menjadi permasalahan adalah ketika kritik yang disampaikan tersebut, tidak sesuai etika dan adat ketimuran serta melanggar undang-undang.

Atau bahkan kritik yang menjurus kepada fitnah atau hoaks. Untuk permasalahan tersebut tentunya aparat penegak hukum harus melakukan tindakan. 

Oleh karena itu sebagai jalan tengah, kata Karyono aparat penegak hukum harus selektif dalam menangani kasus.

Apabila pelanggaran yang dilakukan ringan maka yang diutamakan pendekatan persuasif dan edukatif.

Sebaliknya apabila pelanggaran yang dilakukan berat dapat ditindak tegas. 

"Kritik itu kan esensinya masukan agar terjadi perbaikan. Oleh karenanya perlu pendekatan persuasif dan edukatif sehingga kritik yang disampaikan konstruktif. Pendekatan persuasif dan edukatif itu sekaligus menjaga kebebasan berpendapat di negara demokrasi," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved