Breaking News:

Hadir di Surakarta, Program Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK Telah Tembus 90.000 Dosis

BPJAMSOSTEK bersama Pemkot Surakarta dan Grab Indonesia menargetkan 3.000 dosis vaksin bagi mitra Grab, penyandang disabilitas, dan masyarakat umum.

Editor: Content Writer
Istimewa
Program Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK kali ini bertempat di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta dan menargetkan 3.000 dosis vaksin bagi mitra Grab, penyandang disabilitas dan masyarakat umum, Kamis (16/09/21). BPJAMSOSTEK juga membagikan 1.000 paket sembako kepada seluruh mitra Grab yang mengikuti kegiatan vaksinaksi tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melalui Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 untuk pengemudi ojek online dan masyarakat umum pada Kamis (16/9).

Penyelenggaraan yang bertempat di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta ini merupakan rangkaian dari program "Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK" yang diinisiasi untuk mendukung program pemerintah dalam pengentasan Covid-19.

Pada penyelenggaraannya, BPJAMSOSTEK berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Grab Indonesia menargetkan 3.000 dosis vaksin bagi mitra Grab, penyandang disabilitas dan masyarakat umum. Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian dari seluruh pihak terhadap program ini, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka serta Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata turun ke lapangan untuk meninjau jalannya proses vaksinasi tahap pertama.

BPJAMSOSTEK juga membagikan 1.000 paket sembako kepada seluruh mitra Grab yang mengikuti kegiatan vaksinaksi tersebut. Tak ketinggalan Grab Indonesia juga menunjukkan kepeduliannya kepada mitranya dengan mendaftarkan mereka menjadi peserta BPJAMSOSTEK dalam 3 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Selain itu sebagai bukti besarnya manfaat perlindungan jaminan sosial, BPJAMSOSTEK juga menyerahkan santunan kepada 2 ahli waris peserta yang meninggal dunia dengan total santunan mencapai Rp161 juta.

Dalam keterangannya kepada media, Gibran menyampaikan, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BPJAMSOSTEK kepada masyarakat Surakarta terutama bagi para pekerja dan penyandang disabilitas. "Terima kasih sekali untuk grab dan BPJS ketenagakerjaan juga dari pihak Terminal Tirtonadi sehingga hari ini vaksinasi berjalan lancar. Saya lihat antusiasme warga ini luar biasa sekali, dan tadi saya lihat ada beberapa pengemudi grab, ada dari kaum difabel juga, yang jelas ini capaian vaksinasi di kota Solo sudah cukup tinggi sekali,” jelasnya.

Senada dengan Gibran, Ridzki turut mengapresiasi kegiatan vaksinasi ini dan berencana akan mengembangkan kolaborasi dengan BPJAMSOSTEK secara nasional.

” Kita menghargai kolaborasi antara grab, BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah kota Surakarta. Karena ini adalah kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat untuk masyarakat terutama di masa pandemi ini karena dengan kegiatan ini bisa menambah herd immunity dan target vaksinasi sehingga kegiatan ekonomi bisa bangkit segera. Dengan adanya program hari ini kita harapkan melengkapi 100% dari mitra pengemudi di kota Solo ini sudah tervaksinasi,” ungkap Ridzki.

Program Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK ini merupakan yang kesembilan belas kalinya digelar, dan sedikitnya 90.000 dosis vaksin yang telah disebarkan kepada masyarakat pekerja di Jakarta, Tangerang, Bandung, Karawang, Denpasar, Madura, Jambi, Pangkalpinang, Bukit Tinggi, Makassar, Samarinda dan Pontianak.

Selanjutnya Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar kegiatan ini terus berjalan di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan bentuk komitmen kita untuk mempercepat herd immunity. Karena semakin banyak yang divaksin, semakin tenang bekerja, maka produktivitas semakin meningkat. Selain itu untuk peserta mitra grab yang hari ini mendapatkan vaksin juga sekaligus menjadi peserta selama 3 bulan, diharapkan setelah itu mereka bisa mengiur sendiri. Jadi harapannya kita membangun awareness, sehingga mereka sadar pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegas Anggoro.

Anggoro menghimbau agar para pekerja untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat, baik selama bekerja ataupun di saat beraktivitas lain, sehingga dapat melindungi diri ataupun orang di sekitarnya.

"Semoga dengan upaya yang dilakukan oleh BPJAMSOSTEK melalui vaksinasi ini, seluruh pekerja dapat bekerja dengan tenang, produktivitasnya meningkat dan akan berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved