Breaking News:

Mensos Risma Terjunkan Mahasiswa Tangani Masalah Sosial, Libatkan Influencer Hingga Youtuber

Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Pejuang Muda

Istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Pejuang Muda Kampus Merdeka.

Dalam program ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan para mahasiswa diberikan jatah 20 SKS selama satu semester untuk menangani masalah sosial.

"Program ini meliputi pemetaan masalah, identifikasi solusi, formulasi terbaik, merencanakan sumber daya, dan mengarahkan peran serta masyarakat," ujar Risma dalam webinar peluncuran Program Kampus Merdeka Pejuang Muda, Jumat (17/9/2021).

Para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan.

Para mahasiswa akan mempelajari kondisi masyarakat seperti penyebab kemiskinan.

Baca juga: Percepat Penyaluran Bansos, Mensos Risma Minta Bank Dekatkan Layanan ke KPM

Selain itu, para mahasiswa juga akan diminta mencari solusi dalam bentuk program pengentasan kemiskinan di daerahnya.

"Mahasiswa juga akan diberikan dana untuk bagaimana menyiapkan program di situ menyiapkan dengan masyarakat dan tokoh agama dan tokoh masyarakat," kata Risma.

Mahasiswa, kata Risma, bakal diajarkan merancang digital campaign.

Kemensos bakal bekerjasama dengan platform sinasi Kitabisa untuk memandu para mahasiswa.

Para mahasiswa juga akan diberikan pembelajaran mengenai komunikasi dan publikasi dari para influencer dan content creator.

"Kami akan bantu akses dengan para Youtuber, Podcaster dan live IG dan influencer yang sudah kami banyak kenal yang juga ingin membantu program ini," ungkap Risma.

"Sehingga mahasiswa ini juga akan belajar mentransparankan programnya. Kemudian mentransfer konsep sekaligus mereka bisa campaign. Dengan demikian kita harap selama ini yang pinter cerdas namun komunikasinya terhambat," tambah Risma.

Program ini, kata Risma, untuk mendorong agar para mahasiswa dapat memahami kondisi riil di Indonesia.

Mahasiswa juga dapat memberikan solusi serta membuat campaign yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.
 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved