Breaking News:

Kemenag Pastikan Hoaks Edaran Soal Penerima Bantuan Pesantren

Beredar surat Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren No B-2563/DJ.I/Dt.I.V/HM.13/09/2021 tertanggal 13 September 2021 tentang Edaran Penerim

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Putri Boarding School, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Peninjauan ini dilakukan setelah acara simbolis penyerahan hibah bus dari Pemerintah Kota Bandung kepada Yayasan Daarut Tauhiid. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beredar surat Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren No B-2563/DJ.I/Dt.I.V/HM.13/09/2021 tertanggal 13 September 2021 tentang Edaran Penerima Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2021 Periode II.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono memastikan bahwa surat tersebut tidak benar alias hoaks.

"Itu surat palsu. Informasinya tidak benar dan menyesatkan, alias hoaks," ujar Waryono melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).

Surat palsu tersebut ditujukan kepada pimpinan ormas/asosiasi pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, Kepala Kanwil Kemenag Cq Kepala Bidang PD Pontren/PAKIS/PENDIS/TOS, Kepala Kankemenag Cq Kepala Seksi PD Pontren/PAKIS/PENDIS/TOS, dan pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam.

Salah satu point yang tertera dalam badan surat berbunyi bahwa pengajuan bantuan/penerima bantuan dapat disampaikan dalam bentuk cetak ( hard copy) dan/atau berkas digital (soft copy) melalui: a. Pemberi Bantuan; b. Diteruskan kepada pemberi bantuan Rp30.000.000,- diperuntukkan 2 lembaga; c. Menghadiri acara Program Bantuan Tunjangan di Kemenag RI.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pesantren Manfaatkan KUR untuk Mandiri dan Berjiwa Usaha

Menurut Waryono, secara teknis administratif penulisan surat tersebut juga tidak sesuai standar. Bahasa yang digunakan membingungkan dan formatnya juga tidak sesuai ketentuan.

"Kalau ada para pihak yang menerima surat tersebut, agar diabaikan saja. Atau, silakan konfirmasi ke Kankemenag Kabupaten Kota terdekat," kata Waryono.

Waryono menambahkan, pihaknya memang tengah menggulirkan program bantuan untuk pesantren dan pendidikan keagamaan Islam.

Namun, pengajuan proposal bantuan tersebut sudah ditutup pada 10 September 2021. 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved