Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Minta Kabinetnya Antisipasi Kemungkinan Adanya Gelombang Baru Covid-19

Jokowi meminta jajaran kabinetnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang baru Pandemi Covid-19 ke depan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meminta jajaran kabinetnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang baru Pandemi Covid-19 ke depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang baru Pandemi Covid-19 ke depan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).

"Sesuai arahan Presiden, kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah mempelajari penanganan kasus di massa stroling atau kasus rendah berdasarkan hasil studi atau scientific report berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases".

Dalam studi tersebut terdapat batasan jumlah kasus Covid-19 yang harus dipertahankan dalam masa stroling (kasus rendah) agar dapat mengantisipasi lonjakan kasus.

"Tim mempelajari dengan cermat penanganan gelombang baru agar pengendalian jumlah kasus dalam masa strolling atau masa sekarang kasus rendah," kata Luhut.

Baca juga: Antisipasi Varian Baru Covid-19, Pemerintah Kerahkan TNI-Polri Awasi Jalur Tikus Masuk Indonesia

Pemerintah kata Luhut, memanfaatkan kondisi saat ini dimana kasus Covid-19 rendah untuk melakukan konsolidasi.

Berdasarkan hasil studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari.

"Atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2.700 atau 3.000-an kasus," katanya.

Luhut yakin Indonesia dapat mengendalikan kasus hingga pada angka 2.700-3.000 kasus per hari.

Sejumlah strategi dilakukan yakni dengan meningkatkan upaya testing, tracing, dan treatmen, pendisiplinan protokol kesehatan, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Luhut Sebut Pandemi Terkendali, Untuk Pertama Kalinya Reproduksi Efektif Covid-19 di Bawah Angka 1

Luhut juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu euforia terhadap penurunan kasus sekarang ini, karena lonjakan bisa terjadi kapan saja.

"Karena itu kita jangan cepat-cepat euforia terhadap ini karena sangat mungkin terjadi hal-hal yang diluar dugaan kita. karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai Delta varian ini atau sebangsanya," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved