Breaking News:

Ahli Sosiologi Hukum: Penganiayaan Kece oleh Irjen Napoleon Jangan Jadi Bahan Provokasi Publik

Trubus menilai kasus ini unik, karena tiba-tiba publik dihebohkan dengan surat terbuka dari Irjen Napoleon yang mengaku telah menganiaya Kece.

TRIBUNNEWS Igman Ibrahim/YouTube Muhammad Kece
Irjen Napoleon Bonaparte dan YouTuber Muhammad Kece 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap tersangka ujaran kebencian agama Muhammad Kosman atau Muhammad Kece (MK) oleh rekan penghuni rutan Bareskrim Napoleon Bonaparte (NB), secara sosiologis merupakan fenomena buruknya hubungan individual pelaku dan korban di dalam tahanan.

Ahli sosiologi hukum Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengutarakan tindakan NB dianggap tidak proporsional dengan mengangkat alasan membela agama Islam atas perbuatannya kepada publik melalui surat terbuka.

“Jadi kalau ditinjau secara sosiologi, ada interaksi antara NB dan MK, dimana dalam interaksi itu tidak berlangsung harmonis,” tutur Trubus, Selasa (21/9/2021).

Dia mengatakan, dalam sosiologi hukum ada pihak yang memperoleh perlakuan sebagai stimulus pesan yang dimaknai secara berbeda.

Dengan pelaku NB dan korban adalah MK, maka perkara ini bersifat individual.

Baca juga: Alasan Irjen Napoleon Menghajar Sang Penista Agama Muhammad Kece Masih Jadi Teka-teki

“NB tidak mewakili atribut sosial sebagai seorang polisi ataupun karena beragama Islam. Maka, ini bukan perilaku institusional," ujarnya.

Begitu pula dengan MK, dia tidak mewakili perilaku institusional dirinya sebagai korban.

Baca juga: Irjen Napoleon Perintahkan Petugas Rutan untuk Ganti Gembok Sel Kace Agar Bisa Lakukan Penganiayaan

"Saya tidak tahu atribut apa yang melekat dengan MK, kalau NB kan semua orang mengenalinya dengan latar belakang polisi,” tegasnya.

Trubus menilai kasus ini unik, karena tiba-tiba publik dihebohkan dengan surat terbuka dari Irjen Napoleon yang mengakui dirinya telah melakukan penganiayaan MK di dalam rutan.

Baca juga: Propam Polri Periksa Kepala Rutan Bareskrim Terkait Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Padahal, sebelumnya publik sendiri tidak memahami ada permasalahan ini.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved