Breaking News:

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Jadi Tersangka Kasus Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Dijelaskan Leo, kasus tersebut bermula saat pemerintah Sumatera Selatan menyalurkan dana hibah kepada yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

dpr.go.id
Alex Noerdin. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama dua orang lainnya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Palembang.

"Hari ini 22 September 2021, Kejati Sumsel telah menetapkan tersangka terhadap tiga orang dugaan tipikor dalam pemberian dana hibah dari APBD Sumsel 2015 dan 2017 kepada yayasan wakaf masjid Sriwijaya Palembang," kata Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer dalam jumpa pers virtual, Rabu (22/9/2021).

Ketiga tersangka itu adalah Alex Noerdin selaku eks Gubernur Sumatera Selatan, Mudai Madang selaku Mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dan Laoma L Tobing selaku pegawai negeri sipil.

Dijelaskan Leo, kasus tersebut bermula saat pemerintah Sumatera Selatan menyalurkan dana hibah kepada yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

Baca juga: Rugikan Negara Rp 130 Miliar, Alex Noerdin Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah Masjid Sriwijaya

Total penyaluran dana hibah itu sebesar Rp 130 miliar.

Rinciannya, dana APBD pemerintah provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar dan dana APBD Sumatera Selatan tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar.

Menurut Leo, penganggaran dana hibah tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan.

"Penganggaran dana hibah tersebut tidak sesuai prosedur peraturan perundang-undangan. Tidak dilalui pengajuan proposal dari yayasan sebagai penerima. Hanya mendapat perintah AN selaku gubernur," ungkapnya.

Ia menuturkan penyimpangan tersebut telah membuat negara merugi hingga Rp130 miliar.

"Akibat penyimpangan tersebut Rp 130 miliar tersangka AN selaku gubernur telah menyetujui pencairan tanpa proposal terlebih dulu," jelasnya.

Baca juga: Alex Noerdin Jadi Tersangka Kasus Korupsi, MKD DPR Tunggu Keputusan Tetap 

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved