Breaking News:

Gatot Nurmantyo dan TNI AD

Pangkostrad Bantah Tuduhan Gatot Nurmantyo Ada Penyusupan PKI di Balik Pembongkaran Patung Soeharto

Dudung membenarkan patung ketiga tokoh tersebut sebelumnya ada di Museum Darma Bhakti Kostrad.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
Tangkap layar YouTube Kompas TV
Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menjawab pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo terkait pembongkaran patung Soeharto dan Jenderal TNI AH Nasution dan Kolonel Infanteri Sarwo Edhie Wibowo dari Museum Darma Bhakti Kostrad.

Dudung juga membantah ada penyusupan Partai Komunitas Indonesia (PKI) di balik pembongkaran tiga tokoh militer penumpang pemberontakan G30S/PKI tersebut.

Dudung membenarkan patung ketiga tokoh tersebut sebelumnya ada di Museum Darma Bhakti Kostrad.

Patung tersebut, kata Dudung, dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI Azmyn Yusri (AY) Nasution pada 2011 sampai 2012.

Dudung mengatakan kini patung tersebut diambil oleh penggagasnya yakni Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang meminta izin kepadanya selaku Panglima Kostrad saat ini. 

Baca juga: Kostrad Bantah Gatot Nurmantyo: Pembongkaran Patung Soeharto & AH Nasution Permintaan Pembuat

Ia menghargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. 

Baca juga: Profil AY Nasution, Eks Jenderal TNI yang Disebut Bongkar Patung Diorama G30S di Museum Kostrad

"Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," kata Dudung dalam keterangan tertulis pada Senin (27/9/2021).

Dudung membantah tudingan yang mengaitkan penarikan tiga patung tersebut untuk melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI pada 1965.

Ia juga menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved