Breaking News:

Akses Transportasi 'Tetangga' Ibu Kota Baru Ini Disebut Masih Terisolasi

Akses trasportasi di Kabupaten Mahakam Ulu yang nantinya menjadi satu wilayah pendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru masih masuk dalam 122 daerah 3 T.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung
Ilustrasi Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akses trasportasi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, yang nantinya menjadi satu wilayah pendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru masih masuk dalam 122 daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menerangkan, jalur transportasi utama di Kabupaten Mahakam Ulu masih mengandalkan sungai.

Hampir 90 persen warganya masih tergantung menggunakan kapal pedalaman, speedboat, long boat, dan perahu ketinting.

Sedangkan, penerbangan perintis hanya melayani tiga kali penerbangan dalam seminggu dengan rute Samarinda-Datah Dawai-Melak-Datah Dawai-Samarinda.

Bandara Datah Dawai letaknya juga cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu sekitar 5-6 jam perjalanan menggunakan speedboat.

Baca juga: Presiden Tinjau Vaksinasi Pelajar di Samarinda, BPJS Kesehatan Pastikan Aplikasi P-Care Berjalan

"Di sana (Mahakam Ulu) lebih banyak yang menggunakan sungai, cuma sungai ini kalau kondisinya memang kering, ini agak kesulitan juga," ucap Djoko saat diskusi daring Menilik Transportasi di Kawasan Perbatasan, Rabu (29/9/2021).

Djoko menerangkan, akses warga Mahakam Ulu untuk keluar, dekat dengan jalur palarel.

Tapi akses tersebut belum terbangun. Saat ini belum ada pelayanan bus perintis.

"Walaupun Kalimantan Tengah cukup banyak bus perintisnya tapi kondisi jalannya memang perlu diperbaiki," ujar Djoko.

Baca juga: Pertamina Hulu Mahakam Mulai Pasok Gas ke Kilang Balikpapan

Djoko mengingatkan pentingnya membenahi pelabuhan dan penyebrangan, sosialisasi keselamatan angkutan umum, angkutan sungai, dan angkutan penyeberangan, serta mempercepat penyelesaian pembangunan akses jalan menuju kabupaten Mahkam Ulu.

"Targetnya adalah mengurangi keterisolasian warga di kabupaten Mahakam Ulu yang hanya bisa mereka menggunakan kapal melalui sungai Mahakam," kata Djoko.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved