Breaking News:

Pemilu 2024

Pemerintah Usul Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Demokrat: Akan Beririsan dengan Tahapan Pilkada 

Anwar mengingatkan bakal terjadi tahapan yang beririsan antara Pemilu dan Pilkada serentak 2024, jika pemilu digelar Mei 2024. 

Penulis: chaerul umam
Ist
Anwar Hafid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrat Anwar Hafid, tak setuju dengan usulan pemilu 2024 digelar 15 Mei oleh pemerintah. 

Anwar mengingatkan bakal terjadi tahapan yang beririsan antara Pemilu dan Pilkada serentak 2024, jika pemilu digelar Mei 2024. 

Dia menilai, jika tidak ada Pilkada serentak November 2024, maka tidak ada masalah Pemilu 2024 digelar pada April atau Mei 

"Sebenarnya kalau tidak ada Pilkada serentak November 2024 maka April atau Mei itu juga tepat sesuai jadwal Pemilu sebelumnya. Namun karena pilkada bulan November di tahun yang sama maka akan banyak tahapan yang beririsan," kata Anwar kepada wartawan, Rabu (29/9/2021). 

Baca juga: Fraksi PAN Minta Kajian Komprehensif kepada Pemerintah Jika Pemilu 2024 Digelar 15 Mei

Selain itu, kata Anwar, masalah bertambah jika Pilpres berlangsung dua periode. 

Hal itu bakal membuat KPU semakin repot mengurus tahapan Pemilu dan Pilkada bila memang terjadi irisan. 

"Menjadi masalah ketika pertama pilpres itu dua putaran maka akan kerepotan KPU mengatur irisan-irisan tahapan antara masa penetapan calon presiden terpilih dengan tahapan pelaksanaan Pilkada," ucapnya. 

Lebih lanjut, Anwar menyerahkan jadwal pemilu 2024 kepada KPU

Dia meyakini KPU sebagai penyelenggara pemilu sudah memperhitungkan usulan jadwal pemilu 2024 yang muncul. 

Baca juga: PPP Tak Setuju Usulan Pemerintah Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Lebih Rasional Maret atau Tetap April

Sebelumnya KPU mengusulkan hari pencoblosan pemilu nasional digelar pada Februari 2024. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved