Breaking News:

Seleksi Kepegawaian di KPK

Bendera Setengah Tiang di Gedung KPK Melepas Pemecatan Novel Baswedan Dkk

KPK memasang bendera setengah tiang di gedung Merah Putih untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, moment ini bersamaan dengan pemecatan Novel Dkk

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang bendera setengah tiang di gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada hari ini, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang bendera setengah tiang di gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada hari ini, Kamis (30/9/2021).

"Memperingati Hari Kesaktian Pancasila," kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Dari surat Mendikbudristek Nomor 64262/MPK.F/TU.02.03/2021 tertanggal 22 September 2021 yang diteken Nadiem Anwar Makarim, disebutkan dalam poin enam sebagai berikut:

Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2021 agar mengibarkan bendera setengah tiang dan pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 06.00 waktu setempat, bendera berkibar satu tiang penuh.

Baca juga: Pengamanan Tak Biasa di Gedung KPK Jelang Pemecatan Novel Baswedan Dkk

Hari ini, Kamis (30/9/2021), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memecat Novel Baswedan beserta 56 pegawai lainnya yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Begini situasi sekitaran gedung merah putih KPK.
Hari ini, Kamis (30/9/2021), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memecat Novel Baswedan beserta 56 pegawai lainnya yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Begini situasi sekitaran gedung merah putih KPK. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Di sisi lain, pada hari ini, Kamis (30/9/2021), Novel Baswedan bersama 56 pegawai KPK lainnya yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) resmi dipecat Firli Bahuri Cs.

Selain Novel, mereka yang masuk daftar ini bukan pegawai sembarangan.

Mereka sudah bertahun-tahun mengabdi di KPK dengan kinerja dan integritas yang tak perlu lagi diragukan.

Baca juga: Tawaran Kapolri Jenderal Listyo Rekrut Novel Baswedan Dkk ke Polri Disambut Baik KPK

Mulai dari Deputi, Direktur, hingga penyidik dan penyelidik yang menangani kasus korupsi besar.

Misalnya Novel Baswedan, Yudi Purnomo, Rizka Anungnata, Rieswin, hingga Harun Al Rasyid yang sempat dijuluki Raja OTT.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved