Breaking News:

Remaja Memiliki Peran Krusial dalam Pencegahan Stunting

Sebagai calon orang tua dan agen perubahan, remaja memiliki peran yang krusial dalam pencegahan stunting.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Shutterstock
Ilustrasi. Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan nutrisi ibu hamil pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo menekankan pentingnya kesadaran para remaja dan peran mereka dalam pencegahan stunting di Indonesia.

Menurutnya, stunting adalah permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak.

"Stunting merupakan masalah besar yang memerlukan atensi dari berbagai lapisan masyarakat termasuk kaum muda," ujar Satrijo melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Sebagai calon orang tua dan agen perubahan, remaja memiliki peran yang krusial dalam pencegahan stunting.

Tanoto Foundation bersama Kepustakan Populer Gramedia (KPG) meluncurkan buku berjudul "Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting".

"Dengan harapan akan semakin banyak para remaja Indonesia yang paham mengenai stunting," kata Satrijo.

Buku ini disusun dalam empat tema bermanfaat yang dapat diterapkan oleh para remaja di kehidupan sehari-hari, baik bagi diri sendiri hingga masyarakat.

Baca juga: Program Desa Berdaya Generasi Maju di NTT, Upaya Mengatasi Masalah Gizi Buruk hingga Stunting

Kategori-kategori tersebut meliputi pola konsumsi, pola pengasuhan anak usia dini, pelayanan kesehatan dasar, dan kesehatan lingkungan.

Buku pencegahan stunting untuk remaja ini ditulis oleh 16 mahasiswa yang tergabung dalam Tanoto Scholars Association.

Sementara itu, Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan buku ini dapat memberikan edukasi mengenai isu stunting.

"Buku bacaan untuk dan dari remaja guna memberikan edukasi dan promosi mengenai isu stunting dan kontribusi nyata yang mahasiswa dapat lakukan dalam mengurangi angka stunting di Indonesia, serta mewujudkan Generasi Emas Indonesia," tutur Nizam.

Seperti diketahui, menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukkan bahwa kasus stunting di Indonesia mencapai 27.7 persen, yang artinya sekitar 1 dari 4 anak balita atau lebih dari 8 juta anak mengalami stunting.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved