Breaking News:

HUT TNI

Jokowi Dapat Laporan dari Komandan Dato Rusman, Situasi Perairan Laut Natuna Aman dan Kondusif

Presiden mendapatkan laporan dari Laksamana Pertama Dato Rusman bahwa kondisi perairan Natuna saat ini aman.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
Instagram/infokomando.official
Sebuah video aktivitas kapal perang China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu yang direkam oleh nelayan Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat laporan kondisi perairan Natuna, Kepulauan Riau saat peringatan HUT ke-76 TNI di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Laporan diterima Presiden, saat berdialog dengan para prajurit yang sedang bertugas.

Melalui sambungan video, Presiden mendapatkan laporan dari Komandan Gugus Tempur Laut Kormada 1 Daerah Operasi Laut Natuna Utara, Laksamana Pertama Dato Rusman.

Ia mengatakan kondisi perairan Natuna saat ini aman.

"Bahwa situasi perairan laut Natuna dan sekitarnya saat ini dalam keadaan aman dan kondusif," katanya.

Jenderal bintang satu tersebut mengatakan sejumlah armada dikerahkan dalam operasi siaga tempur laut yang sedang dilakukan.

Di antaranya KRI Multatuli 561 sebagai kapal markas Guspurla (gugus tempur laut) Koarmada 1, lalu satu kapal Corvette Class Sigma yakni KRI 365 Diponegoro, 3 Corvette Class Parchim yakni KRI 376 Sultan Thaha Syaifuddin, KRI 386 Silas Papare, KRI 385 Teuku Umar, dan satu kapal Survei Hydro Oceanografi KRI 933 Rigel.

KN Nipah 321 mengusir kapal Coast Guard China yang kedapatan berkeliaran di ZEEI Laut Natuna Utara, yang merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, pada sabtu, 12 September 2020.
KN Nipah 321 mengusir kapal Coast Guard China yang kedapatan berkeliaran di ZEEI Laut Natuna Utara, yang merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, pada sabtu, 12 September 2020. (Dok Bakamla RI)

Kapal-kapal tersebut diperkuat satu pesawat patroli udara maritim CN235, Pati 8305 yang onboard di KRI Diponegoro.

Menurut Dato, Guspurla Kormada 1 juga saat ini sedang melaksanakan operasi pengamanan alur laut Kepulauan Indonesia 1 dengan kekuatan 3 kapal class fast patrol boat yakni KRI 632 Lemadang, KRI 850 Sembilang, KRI 861 Lepu.

Baca juga: Jokowi Siapkan Anggaran Jumbo Rp 12,2 Triliun untuk Jaga Laut Natuna

"Situasi perairan alur laut kepulauan Indonesia 1 dalam keadaan aman dan terkendali," katanya.

Mendengar laporan tersebut, Presiden kemudian menanyakan apakah ada kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia, khususnya di Natuna.

"Tidak ada kapal asing yang masuk perairan kita?" tanya Presiden.

Dato kemudian menjawab bahwa ada kapal China dan dan Amerika yang masuk ke perairan Indonesia. Namun kapal-kapal tersebut sedang melaksanakan lintas internasional.

"Untuk hari ini ada kapal yang masuk, namun dia melaksanakan lintas internasional dan dalam keadaan aman yaitu kapal-kapal dari China dan kapal-kapal dari Amerika dan semua dalam keadaan aman dan kondusif," kata Dato.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved