Breaking News:

HUT TNI

Imparsial Beberkan 7 Poin Terkait Agenda Reformasi TNI yang Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

Imparsial membeberkan 7 poin terkait agenda reformasi TNI yang menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah saat ini.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengamat Pertahanan dan Keamanan, Mufti Makarim (kanan) bersama Wakil Koordinator KontraS Feri Kusuma (tengah) dan Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri (kiri) menjadi pembicara saat diskusi dengan tema 'Menata Organisasi Polri di Bawah Kapolri Baru' di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Diskusi tersebut membahas struktur Polri pasca Jenderal Pol Idham Azis diangkat menjadi Kapolri serta membahas pemilihan calon Kabareskrim Polri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imparsial membeberkan 7 poin terkait agenda reformasi TNI yang menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah saat ini.

Hal tersebut juga tidak terlepas dalam rangka memperingati HUT Ke-76 TNI pada 5 Oktober kemarin.

Direktur Imparsial Gufron Mabruri menjelaskan poin pertama di antaranya adalah peran internal militer yang semakin menguat.

Salah satu capaian dari pelaksanaan reformasi TNI pada tahun 1998, kata dia, adalah pembatasan terhadap keterlibatan militer dalam ranah sipil dan keamanan dalam negeri. 

Sebagai alat pertahanan negara, kata Gufron, TNI difokuskan untuk bersiap menghadapi ancaman perang dari luar yang mengancam kedaulatan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Pertahanan dan UU TNI.

Namun demikian, kata dia, dalam beberapa tahun belakangan ini terjadi kemunduran pada capaian tersebut dimana terlihat militer (TNI) mulai banyak terlibat secara aktif dalam mengatasi permasalahan dalam negeri.

Sayangnya, lanjut dia, meski berbagai bentuk keterlibatan militer tersebut menyalahi UU TNI, namun pada kenyataannya ia mendapat pembiaran.

Baca juga: Imparsial Soroti Lemahnya Kontrol Sipil Jadi Faktor Penyebab Tersendatnya Reformasi TNI 

Ia juga menyatakan tidak ada evaluasi dan koreksi dari otoritas politik sipil. 

Menguatnya peran internal militer pada ranah sipil dan keamanan dalam negeri, kata dia, dapat dilihat dalam sejumlah praktik perbantuan militer yang dijalankan oleh TNI.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved