Breaking News:

Rekeningnya Dibobol Petani dan Kuli Bangunan, 14 Nasabah Bank Alami Kerugian Hingga Rp 2 Miliar

Petani dan tukang bangunan itu berperan menghubungi nasabah agar melakukan submit data JENIUS melalui link website phising.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) memberikan keterangan kepada media, didampingi Kanit V Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Immanuel P Lumbantobing, terkait pengungkapan kejahatan siber (cybercrime) yang merugikan nasabah Bank BTPN di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Hasil pengungkapan yang dilakukan pihak kepolisian ini merupakan tindak lanjut dari laporan Bank BTPN dan 14 nasabah Jenius. Bank BTPN yang mengalami kerugian karena modus kejahatan social engineering sehingga pelaku dapat mengambilalihkan akun Jenius yang berakibat berpindahnya dana nasabah ke beberapa rekening pada Juli lalu. Dalam pengungkapannya, kepolisian berhasil menyita barang bukti kejahatan serta kepemilikan senjata api ilegal dan mengamankan 2 pelaku. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap kasus pengambilalihan akun bank digital JENIUS dari Bank BTPN, dan membekuk dua tersangka pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapkan kasus akses ilegal terjadi pada 14 nasabah bank berawal dari telepon seseorang yang mengaku staf Bank BTPN.

"Kejanggalan pun terjadi karena nasabah merasa tidak pernah melakukan transaksi di rekeningnya yang dikuasai para tersangka," ujar Yusri Yunus, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (13/10/2021).

Yusri mengatakan pengungkapan kejahatan ini berawal dari laporan pihak bank yang mendapatkan aduan dari sejumlah nasabahnya, pada Juni 2021 lalu.

Para korban merasa tidak melakukan transaksi yang menguras isi rekeningnya hingga nol.

Penyelidikan tim Subdit V Siber Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap dua tersangka berinisial O dan D.

Kedua pelaku ditangkap di wilayah Sumatera Selatan, usai melakukan akses terhadap 14 nasabah JENIUS Bank BTPN.

Sementara dua DPO lainnya, yang satu di antaranya juga berprofesi sebagai tukang bangunan, masih dalam pengejaran.

"Dua orang DPO lagi masih kami kejar. Kami juga masih koordinasi dengan pihak BTPN untuk cari kemungkinan korban lain," tutur Yusri.

Baca juga: Waspada, Aplikasi Android Ini Kerap Jadi Sasaran Phising dan Kebocoran Data Pribadi

Menurut Yusri, kedua pelaku yang berprofesi sebagai petani dan tukang bangunan itu berperan menghubungi nasabah agar melakukan submit data JENIUS melalui link website phising.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved