Breaking News:

Kemenag Ungkap Dana 18 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Maskapai Penerbangan

Pasalnya, ada 18 ribu jemaah yang sudah membayar biaya tiket pesawat, namun batal berangkat ke tanah suci.

SPA Via Arab News
Jamaah mengunjungi Masjidil Haram di Makkah. Selama 10 hari pertama Ramadan tak kurang 1,5 juta orang berkunjung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag Nur Arifin mengungkapkan pihaknya sedang mengumpulkan data jemaah umrah dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang tertunda keberangkatan karena adanya penutupan pada (27/2/2020).

Pasalnya, ada 18 ribu jemaah yang sudah membayar biaya tiket pesawat, namun batal berangkat ke tanah suci.

"Kami juga melakukan pembahasan dana jemaah umrah tertunda di maskapai penerbangan. Karena banyak dana jemaah, yang maaf, tertahan di maskapai penerbangan," ujar Nur dalam webinar yang disiarkan Channel Youtube FMB9, Kamis (21/10/2021).

Arifin mengungkapkan, saat pengumuman penyelenggaraan umrah ditutup karena pandemi, ada jemaah yang sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta.

Ada pula yang berada di dalam pesawat untuk umrah.

Bahkan ada jemaah yang sudah di Arab Saudi harus kembali lagi ke Indonesia, karena pembatalan tersebut.

Baca juga: Kemenag Upayakan Biaya Umrah di Masa Pandemi Covid-19 Bisa di Bawah Rp 26 Juta

"Ini yang menjadi berat, karena akad jemaah umrah itu dia tidak beli tiket, dia akadnya membayar biaya umrah," kata Nur.

Hal ini menyebabkan jemaah ingin uangnya kembali, karena batal menjalankan umrah.

Sementara, PPIU sudah membayar biaya tiket pesawat hingga akomodasi selama di Arab Saudi.

"Tapi faktanya, travel sudah menggunakan (dana umrah untuk beli tiket), ini terjadi pada sekitar 18 ribu jemaah, karena mereka tinggal berangkat," pungkas Nur.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved