Breaking News:

Mabes Polri Jelaskan Alasan SP3 Penetapan Tersangka Pedagang yang Dianiaya Preman

Mabes Polri menjelaskan alasan diterbitkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap penetapan tersangka pedagang cabai Liti Wari Gea Pr

Istimewa
Seorang pedagang sayur wanita di pajak Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban pemalakan beberapa orang preman pada Minggu, (5/9/2021) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menjelaskan alasan diterbitkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap penetapan tersangka pedagang cabai Liti Wari Gea Prematur atas dugaan penganiayaan.

Diketahui, Liti Wari Gea Prematur sempat viral karena ditetapkan tersangka oleh Polsek Percut Sei Tuan karena membela diri saat dianiaya oleh preman.

Kasus itu pun kini telah ditutup oleh Polri.

Adapun pengusutan kasus itu berdasarkan laporan polisi yang didaftarkan dari pihak yang diduga menganiayanya berinisial BS.

Laporan itu didaftarkan dengan nomor polisi LP/B/1740/IX/2021 yang didaftarkan di Polsek Percut Sei Tuan pada 05 September 2021. 

"Pelapor atas nama BS adalah bukan tindak pidana. Oleh karena itu perkara tersebut dihentikan dan status tersangka Ibu Liti Wari Gea dicabut," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/10/2021).

Kombes Pol Ahmad Ramadhan
Kombes Pol Ahmad Ramadhan (screenshot)

Baca juga: Dua Tersangka Kasus Penganiayaan Pedagang Pasar di Percut Seituan Akhirnya Menyerahkan Diri

Ia menuturkan hasil gelar perkara juga telah menunjukkan bahwa penyidikan kasus itu tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Hasil audit dan gelar perkara khusus yang dipimpin Direskrimum, penyidikan dan penetapan tersangka terhadap Ibu Liti Wari Gea oleh penyidik Polsek Percut Sei Tuan ditemukan adanya beberapa hal yang dinilai tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur sebagaimana diatur dalam perkap 6 tahun 2019 tentang Penanganan Penyidikan Tindak Pidana," jelasnya.

Keputusan ini, kata dia, juga berdasarkan hasil pendalaman oleh Penyidik Polsek Percut Sei Tuan, Tim Ditreskrimum Polda Sumut yang telah memeriksa 14 saksi.

Hasilnya, memang tidak ditemukan unsur pidana.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved