Breaking News:

Menko PMK Minta Riset Perguruan Tinggi Dimanfaatkan untuk Pengentasan Stunting

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta perang melawan stunting harus terus digencarkan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
ist
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta perang melawan stunting harus terus digencarkan.

Perguruan tinggi, menurutnya, perlu dilibatkan dalam upaya sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat dan kalangan mahasiswa.

"Perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan BKKBN, terutama dari pendekatan persuasif dan edukatif kepada calon pengantin, termasuk kepada para mahasiswa dan mahasiswi," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Muhadjir mengatakan keikutsertaan perguruan tinggi dalam perang melawan stunting sangat penting.

Melalui program pengabdian masyarakat dan riset, para mahasiswa bisa ikut memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan stunting.

Riset perguruan tinggi juga dibutuhkan untuk pengentasan stunting.

Baca juga: BKKBN Ajak Kampus Terjunkan Mahasiswa Dampingi Masyarakat dalam Penanganan Stunting

"Harus kita kejar di mana kantong-kantong stunting terjadi kemudian kita selesaikan satu demi satu dan dengan cara yang tentu saja dikembangkan dengan pertemuan berbasis riset di perguruan tinggi masing-masing," kata Muhadjir.

Permasalahan stunting, kata Muhadjir, masih jadi kendala besar dalam menyiapkan generasi unggul dan kompetitif.

Muhadjir mengaku optimis terlibatnya perguruan tinggi dalam penanganan stunting akan membuat penanganan stunting lebih sistemik.

Baca juga: Revitalisasi Posyandu melalui Program Nimbang Balita untuk Tekan Stunting

Pendekatan akademik akan menjadi warna baru dari penanganan stunting di Indonesia.

"Mudah-mudahan sesuai target Presiden, angka stunting kita harus di bawah 14 persen bisa terpenuhi berkat kerja sama kompak antara lain atas kerja sama BKKBN dengan perguruan tinggi," kata Muhadjir.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 27,67 persen.

Sementara, Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved