Breaking News:

Polri Harus Beri Penjelasan Saat Tolak atau Tidak Lanjutkan Laporan Masyarakat

Pengamat Politik Ferdinand Hutahaean menilai internal Polri sebaiknya memberi penjelasan ketika menolak atau tidak melanjutkan laporan dari masyarakat

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Pengamat Politik Ferdinand Hutahaean dalam Webinar bertajuk Benarkah #PercumaLaporPolisi? pada Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Ferdinand Hutahaean menilai internal Polri sebaiknya memberi penjelasan ketika menolak atau tidak melanjutkan laporan dari masyarakat.

Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan agar masyarakat tidak menjadi bertanya-tanya dan muncul persepsi negatif.

Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar bertajuk Benarkah #PercumaLaporPolisi?, Selasa (26/10/2021).

"Supaya masyarakat kita tidak menjadi bertanya-tanya dan kemudian muncul persepsi-persepsi negatif yang mengarah kepada seperti tagar #PercumaLaporPolisi ini. Padahal sebetulnya tidak percuma sama sekali. Kita harus melapor ketika kita merasa ada perbuatan pidana yang harus ditindaklanjuti oleh Polri," kata Ferdinand.

Menurutnya setiap peristiwa yang dilaporkan masyarakat bisa naik ke tingkat penyidikan harus memenuhi beberapa unsur.

Baca juga: IPW: Tagar Percuma Lapor Polisi Muncul Karena Banyak Kekecewaan Masyarakat

Di antaranya alat bukti yang cukup atau perbuatan yang dilaporkan memenuhi unsur pidana.

"Kalau itu tidak memenuhi ya tentu tidak bisa diproses. Jangan sampai ada tuduhan-tuduhan miring terhadap Polri dalam hal ini. Meskipun kita tetap harus kritis kepada Polri dalam melaksanakan tugasnya," kata Ferdinand.

Banyak Kekecewaan Masyarakat

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai munculnya tagar #PercumaLaporPolisi yang viral di media sosial belakangan ini karena banyaknya kekecewaan dari masyarakat.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved