Pemilu 2024

Akbar Tandjung Cerita Sejarah Golkar Bidik Pemilu 2004 Lewat Paradigma Baru

Akbar Tandjung menceritakan riwayat perkembangan politik Golkar jika dikaitkan dengan pemilihan umum (Pemilu) saat mengisi sambutan dalam diskusi dan

tangkap layar
Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung menceritakan riwayat perkembangan politik Golkar jika dikaitkan dengan pemilihan umum (Pemilu) saat mengisi sambutan dalam diskusi dan webinar yang diselenggarakan CSIS pada Senin (1/11/2021).

Khususnya untuk membidik kemenangan Pemilu pertama secara langsung pada tahun 2004, dengan mengubah paradigma Golkar yang lama dengan yang baru lewat sistem rekrutmen presiden calon presiden.

Mulanya, pendiri Akbar Tandjung Institute itu mengungkapkan perjalanan Golkar sejak memulai kiprahnya pada tahun 1964 yang bernama Sekber Golkar.

Golkar mendeklarasikan diri sebagai partai politik pada tanggal 7 Maret 1997, untuk menghadapi Pemilu yang akan diadakan pada tahun 1999.

Dua tahun sebelumnya, Golkar telah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

Tidak kurang dari 150 ribu orang hadir karena memiliki semangat optimisme yang tinggi bahwa Golkar bakal memiliki perolehan suara dalam Pemilu.

“2 tahun sebelumnya dia sudah mempersiapkan diri untuk ikut dalam pemilu,” kata Akbar.

Ternyata terbukti, Golkar mendapatkan suara terbanyak kedua setelah PDIP, dimana saat itu PDIP mendapat 153 kursi dan Golkar mendapat 120 kursi.

Akbar berujar hal itu menjadi modal bagi partai Golkar untuk mengikuti pemilu berikutnya pada tahun 2004.

Baca juga: Respons Golkar Sikapi Pantun Anies Baswedan: Secara Harfiah Silaturahmi Ini Tetap Terjaga

“Kami membawa pandangan atau sikap baru untuk memperlihatkan Golkar memang sudah berubah. Kami sebut Golkar dengan paradigma baru,” ujarnya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved