Breaking News:

Sebut Oligarki dan Dinasti Politik Merajalela, Farhat Abbas Tawarkan Partainya Jadi Alternatif

Farhat Abbas merujuk pada banyaknya partai yang bergabung menjadi partai pendukung koalisi, sehingga oposisi tak bisa menjalankan perannya.

Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Ketua Umum Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI) Farhat Abbas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAFarhat Abbas menilai kehadiran partai-partai baru di panggung politik merupakan imbas pengawasan partai di parlemen yang tak berjalan sebagaimana mestinya.

Farhat merujuk pada banyaknya partai yang bergabung menjadi partai pendukung koalisi, sehingga oposisi tak bisa menjalankan perannya.

Hal ini, lanjut dia, tak ubahnya upaya bagi-bagi kekuasaan dari pemerintah.

Situasi tersebut dikatakan Farhat sama dengan oligarki dan dinasti politik telah merajalela di Indonesia.

"Ini kayak bagi-bagi gitu. Jadi kita anggap yang rakyat inginkan itu bukan sistem kekuasaan dan kepemimpinan seperti itu. Oligarki politik, dinasti politik juga ada merajalela," ujar Farhat, ketika diwawancarai khusus oleh Tribunnetwork, Rabu (3/11/2021).

"Akhirnya itu yang membawa kita pada kesimpulan rakyat harus disadarkan bahwa parpol-parpol lama ini bukan jawaban atas keinginan rakyat," imbuhnya.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Pemilu 2024 Bakal Jadi Kandang Peternakan Para Oligarki

Karena itu, PANDAI disebutnya hadir untuk menjadi partai alternatif bagi rakyat yang tak puas dengan partai politik yang ada saat ini.

Partainya, kata Farhat, berangkat dengan motivasi terbesar yaitu memperbanyak keterwakilan perempuan di parlemen.

Sebab Farhat menilai jumlah perempuan di Indonesia hampir setara dengan laki-lakinya.

Baca juga: Ketua Umum PRIMA Dorong Publik Serukan Perlawanan Terhadap Oligarki

"Kita mau menjadi partai alternatif yang bisa menarik simpati rakyat. Syukur-syukur bisa menjadi partai pemenang pemilu dengan menjadi single majority," kata Farhat.

"Motivasi kami yaitu masih kurangnya keterwakilan perempuan. Jadinya kami memperjuangkan keterwakilan perempuan hingga 50 persen," tandasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved