Breaking News:

BMKG Prakirakan Puncak Musim Hujan Desember 2021 - Februari 2022, Daerah Waspada Dampak La Nina

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan akan terjadi di rentang bulan Desember 2021 - Februari 2022.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang, di Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11/2021). Banjir bandang menerjang Kota Batu setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang berada di lereng Gunung Arjuno, Kamis (4/11) pukul 14.00 WIB. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan akan terjadi di rentang bulan Desember 2021 - Februari 2022.

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko mengatakan setiap daerah akan alami puncak musim hujan yang berbeda-beda.

"Puncak musim hujan itu lebih di dominasi di bulan Desember, Januari, Februari. Setiap daerah akan berbeda. Ambil contoh di Jawa, Jawa Timur misalnya puncaknya di Januari-Februari, Jawa Tengah bagian selatan ada yang November - Desember ini," kata Hary dalam diskusi daring Polemik Trijaya bertajuk 'Indonesia Siaga Bencana', Sabtu (6/11/2021).

BMKG sendiri kata Hary telah merilis sejumlah prakiraan cuaca sebagai pemberitahuan bagi pemerintah daerah yang wilayahnya masuk dalam wilayah musim hujan intensitas tinggi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG, Sabtu 6 November 2021: 5 Kota Berpotensi Alami Hujan Petir

Teranyar, di akhir Oktober 2021 kemarin BMKG juga telah mengadakan konferensi pers terkait dampak La Nina agar pemerintah daerah mengintensifkan upaya penanganan, serta meningkatkan level kewaspadaan menjadi level siaga.

Adapun sejumlah daerah yang perlu menaruh kewaspadaan terhadap puncak musim hujan, antara lain Sumatera, Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi.

"Di pertengahan Oktober kami mengadakan press conference lagi terkait potensi dampak La Nina, supaya (Pemerintah daerah) intensif lagi melakukan kewaspadaan menjadi siaga," terangnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved