Breaking News:

Bukan Anies Baswedan tapi Sosok Ini yang Kemungkinan Besar Akan Diusung Golkar di Pilgub DKI Jakarta

Jika Anies kembali merebutkan kursi DKI 1, kemungkinan besar ia akan bertarung tanpa dukungan Golkar.

Tribunnews.com/Rizqi Sandi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-57 tahun di Kantor DPP Partai Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (31/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar dikabarkan telah mempunyai "jagoan" dalam Pilgub DKI 2024 mendatang.

Sosok itu sepertinya bukan Anies Baswedan.

Nama Anies tidak disebutkan sebagai calon yang akan diusung Partai Golkar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang.

Partai yang identik dengan beringin itu sudah memiliki jagoannya sendiri.

Baca juga: Reaksi Spontan Anies Baswedan Saat Dipanggil Ahok oleh Komika Kiky Saputri di Acara Lapor Pak!

Seperti diketahui, selain pada ajang Pilpres, Anies Baswedan juga memiliki peluang untuk memimpin DKI dua periode dengan mencalonkan diri kembali pada Pilgub, 2024 mendatang.

Jika Anies kembali merebutkan kursi DKI 1, kemungkinan besar ia akan bertarung tanpa dukungan Golkar.

Pasalnya, Golkar akan mendorong Ahmed Zaki Iskandar untuk maju pada Pilgub DKI.

Zaki merupakan Bupati Tangerang dua periode yang sudahh menjabat sejak 2013.

Golkar memandang Bupati Zaki berhasil membangun Kabupaten Tangerang, wilayah satelit ibu kota.

Terlebih, pria kelahiran 14 Desember 1973 itu kini juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar, Zainudin Amali, pada acara konsolidasi pemenangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu (10/11/2022).

"Pastilah, dia ketua DPD itu dan keberhasilan Pak Zaki pada saat memimpin Kabupaten Tangerang kan sudah bisa dilihat. Kabupaten Tangerang kan tetangganya DKI," kata Zainudin.

Di sisi lain, pada momen yang sama berlangsung juga Pemilihan Presiden (Pilpres).

Partai berlambang beringin itu sudah mantap mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, Airlangga Hartarto.

Zainudin mengatakan, Golkar tidak akan terpecah konsenterasinya dalam memenangkan dua posisi eksekutif yang sangat strategis itu.

"Pilpres dulu konsentrasinya, karena ambang batas yang digunakan untuk Pilkada itu adalah ambang batas hasil Pileg 2024, berbeda dengan Pilpres yang pakai 2019," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ahmed Zaki mengatakan bahwa DPD Golkar saat ini berkonsentrasi untuk pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden terlebih dahulu

"Karena Pilpres dan Pileg ini menjadi kunci nanti untuk di perhelatan Pilkadanya. Pilpres Pileg ini kan kalau enggak salah di Februari atau paling telat di bulan Mei 2024. Sementara Pilkada November, jadi sekarang ini konsolidasi partai terlebih dulu yang kita lakukan," tambahnya.

Dirinya pun memastikan siap sebagai kader Golkar sekaligus Ketua DPD Golkar DKI Jakarta jika didorong maju di Pilgub DKI Jakarta.

"Kalau siap, sebagai kader apalagi Ketua DPD Golkar DKI dan nanti kan keputusan partai yang kita tunggu," tambahnya.

Anies di HUT Golkar

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa gembira diundang ke acara puncak HUT ke-57 Partai Golkar, pada Minggu (31/10/2021).

Bahkan, Anies berharap bisa lebih sering berkomunikasi dengan Golkar.

Kegirangan Anies ini dituangkan dalam sebuah pantun yang dibacakannya di depan para kader Golkar di kantor DPD Partai Golkar DKI, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

"Bung Basri tak mau ketinggalan, bersepeda kencang seorang diri. Bertemu Golkar selalu menyenangkan, semoga sering ketemu lagi," ucap Anies, Minggu (31/10/2021).

Dalam sambutannya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, Golkar memiliki sejarah penting dalam perjalanan pasang surut Bangsa Indonesia.

"Golkar dari awal namanya karya, sehingga orientasi itu harus terus dijaga, kematangan sebagai sebuah partai telah ditunjukan dalam melewati berbagai macam fase," ujarnya.

Anies pun mendoakan agar HUT ke-57 Golkar bisa menjadi titik balik kebangkitan partai yang identik dengan warna kuning ini.

"Kami berharap, Insya Allah partai Golkar dengan perjalanan 57 tahun ini makin maju, makin solid, dan bisa menjadi salah satu contoh kematangan berdemokrasi," tuturnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di DKI ini juga berharap Golkar bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebab, Anies menilai, partai politik menjadi salah satu pilar dalam proses tegaknya demokrasi di Indonesia.

"Sehingga bukan saja mampu mengelola kekuasaan dan aspirasi, tetapi mampu untuk menyalurkan aspirasi menjadi kebijakan yang bisa dirasakan langsung masyarakat," kata Anies.

Saat itu, panggung pidato khusus Anies di HUT Golkar dianggap sebagai sinyal kedekatan dan potensi dukungan menuju Pilpres 2024.

Pilpres

Partai Golkar secara terbuka mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Lalu siapa pasangan Airlangga nantinya?

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Zainudin Amali mengaku hal itu masih cair.

"Kita belum komunikasi dengan partai politik (soal cawapres Airlangga), sekarang ini masih berjalan masih cair aja, kita bersilaturahmi berkomunikasi dengan semua partai dengan non partai kita lakukan itu, nanti menjelang baru kita akan tentukan," kata Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Zainudin Amali  di Kantor DPD Golkar DKI, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021) malam.

Baca juga: Relawan di Banjarmasin Deklarasi Dukung Sandiaga Maju Jadi Capres 2024

Dia mengatakan Golkar tidak akan pilih-pilih figur untuk pasangan Airlangga.

Semua figur berpotensi masuk radar untuk mendampingi sosok yang kini menjabat Menko Perekonomian tersebut.

"Semuanya dilirik," tuturnya.

Kendati begitu, menurut Zainudin, hal tersebut berjalan secara alamiah.

"Semuanya kita ya jadi berkomunikasi dengan mereka ya biasa saja yang baik itu pak Airlangga maupun teman-teman yang ada di legislatif dan di berbagai kesempatan kita masih cair lah," pungkas Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Zainudin diketahui datang ke DPD Golkar DKI dalam rangka konsolidasi memanaskan mesin partai untuk memenangkan Airlangga.

Turut hadir dalam acara selain Zainudin yakni Wakil Ketua Umum Golkar Erwin Aksa, Wasekjen Golkar Christina Aryani, Bendahara Umum Partai Golkar Dito Ganinduto, dan Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved