Breaking News:

Bursa Capres

Politikus PDIP: Relawan Capres Itu Aset Elektoral Parpol 

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyoroti fenomena relawan calon presiden 2024 (capres) yang muncul sejak dini. 

Penulis: chaerul umam
Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau
Politisi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyoroti fenomena relawan calon presiden 2024 (capres) yang muncul sejak dini. 

Menurutnya berdasarkan pengalaman, kehadiran relawan dapat meningkatkan elektoral partai politik (parpol). 

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?', di Media Center MPR/DPR/DPD, Kamis (11/11/2021). 

"Relawan ini memang aset, kami melihat ini memang aset politik, aset elektoral yang harus di-manage dengan baik, dikelola dengan baik. Sehingga dengan demikian dia menjadi suatu kekuatan politik untuk memberikan dukungan pada kandidat yang akan diputuskan oleh partai," ujarnya.

Baca juga: Sindiran PDIP Soal Menteri Jangan Sibuk Nyapres, Golkar Sebut Airlangga Kerjakan Tugas dengan Baik

Anggota Komisi X DPR RI itu menjelaskan awal kehadiran relawan yang ada di Indonesia. 

Fenomena relawan tersebut dimulai ketika Pilkada DKI tahun 2012, yaitu pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama yang melibatkan relawan dalam proses kampanye waktu itu. 

"Dalam proses perjalanan, saya kira faktor relawan itu apa sangat menjadi faktor pendorong yang luar biasa. Karena kalau kita lihat dari posisi Pak Jokowi pada waktu itu dibandingkan dengan Pak Foke, Pak Jokowi jauh di bawah. Pada survei awal saya kira teman-teman masih ingat, posisi Pak Jokowi itu baru belasan sementara Foke sudah 30-an persen," ujarnya. 

"Sehingga faktor relawan memang kemudian mendongkrak benar, kemudian benar-benar membuat politik itu menjadi meriah, meriah dalam arti tingkat partisipasinya, tetapi juga ini mendorong elektabilitas dan juga pemenangan, akhirnya menjadi pemenangan untuk kandidat," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved